Manado, Nama Louis Carl Schramm mengemuka sebagai kandidat kuat untuk memimpin Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado periode mendatang. Penyebutan itu muncul di sela Konferensi VIII dan Pertemuan Raya KBK Keuskupan Manad yang resmi berakhir, Sabtu, (4/7/2026).
Konferensi yang menaungi wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah itu ditutup dengan perayaan Ekaristi Akbar.
Misa dipimpin langsung Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Esthepanus Rolly Untu, MSC. Lebih dari 13.000 peserta memadati lokasi kegiatan, menjadikannya salah satu pertemuan umat awam Katolik terbesar di Indonesia Timur tahun ini.
Louis Schramm, tokoh Katolik yang dikenal aktif di bidang pelayanan keluarga dan pengembangan iman kaum bapak, disebut banyak peserta memiliki rekam jejak kuat.
Ia dinilai memahami tantangan KBK 3 provinsi penguatan iman, pendampingan keluarga, hingga keterlibatan sosial kemasyarakatan.
“Pak Louis punya pengalaman panjang membina kaum bapak di paroki. Visi dan kedekatannya dengan umat jadi modal utama,” ujar salah satu delegasi dari Keuskupan Gorontalo.
“Memang beberapa nama muncul sebagai bakal calon (balon) ketua seperti, Charles Ngangi, Aldrin Anis, Reiner Dondokambey,”sambungnya.
Meski belum ada penetapan resmi, atmosfer pertemuan raya menunjukkan dukungan besar kepada Louis Schramm untuk melanjutkan estafet kepemimpinan KBK Keuskupan Manado.
Selama konferensi, peserta membahas evaluasi program kerja 3 tahun terakhir dan menyusun arah gerak KBK ke depan. Fokusnya: penguatan spiritualitas kaum bapak sebagai “imam dalam keluarga”, peningkatan peran sosial, serta sinergi dengan Komisi Keluarga Keuskupan.
Mgr. Rolly Untu dalam homilinya menekankan peran strategis kaum bapak.
“Kaum bapak adalah tiang Gereja di rumah. Dari Manado, Gorontalo, sampai Sulteng, KBK harus jadi teladan iman, kerja, dan pelayanan,” tegas Uskup.
Bukti Kebangkitan KBK, jumlah peserta 13.000 orang jadi catatan penting. Ini menunjukkan KBK Keuskupan Manado masih solid dan terus bertumbuh. Para bapak dari pedalaman Sulteng hingga kepulauan Sulut rela datang untuk satu tujuan “meneguhkan iman dan kebersamaan”.
Konferensi VIII ditutup dengan janji seluruh peserta untuk membawa pulang semangat baru ke paroki masing-masing. Keputusan final kepemimpinan KBK akan mengikuti mekanisme organisasi keuskupan.
