K-9 Polda Sulut Dikerahkan, Titik Dugaan Korban Kedua Longsor Gunung Patung Mulai Dipetakan

BOLMONG – Harapan menemukan Rivaldo Kandow alias Baim, korban kedua tragedi longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Lokasi Patung, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kembali menguat.

Memasuki hari lanjutan operasi pencarian, Kamis (2/7/2026), Tim SAR Gabungan memperkuat upaya evakuasi dengan menerjunkan anjing pelacak K-9 dari Polda Sulawesi Utara.

Kehadiran tim K-9 menjadi strategi baru dalam operasi pencarian setelah sehari sebelumnya Tim SAR memutuskan menghentikan sementara aktivitas pencarian menggunakan alat berat maupun secara manual. Langkah tersebut diambil agar kondisi material longsoran tidak semakin padat dan tidak mengganggu kemampuan penciuman anjing pelacak dalam mendeteksi keberadaan korban.

Sejak pagi, personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, TNI, Polri, relawan PT BDL, keluarga korban, serta masyarakat setempat kembali menyisir area longsor. Dengan bantuan anjing pelacak, tim berupaya memetakan titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban sebelum dilakukan proses evakuasi lanjutan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Chandra Mokoginta, mengatakan pengerahan tim K-9 merupakan bagian dari upaya memaksimalkan proses pencarian agar korban segera ditemukan.

“Saat ini Tim SAR Gabungan bersama Tim K-9 Polda Sulut sedang melakukan pencarian terhadap korban kedua dengan memanfaatkan kemampuan anjing pelacak untuk menyisir area longsoran. Upaya ini dilakukan agar titik dugaan keberadaan korban bisa dipetakan lebih akurat sebelum proses evakuasi dilanjutkan,” ujar Chandra.

Selain fokus pada pencarian, Tim SAR juga telah menyiapkan langkah antisipasi medis bagi personel yang akan terlibat langsung dalam proses evakuasi apabila korban berhasil ditemukan.

Menurut Chandra, keberadaan tenaga medis sangat penting mengingat proses pengangkatan korban dari material longsoran memiliki risiko paparan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan petugas.

“Tim SAR juga membutuhkan pendampingan petugas medis di titik longsor. Jika hari ini korban ditemukan, sebagian personel yang akan melakukan evakuasi perlu mendapat penyuntikan vaksin anti bakteri sebagai langkah pencegahan terhadap risiko paparan bakteri saat proses pengangkatan korban,” jelasnya.

Ia menambahkan, medan pencarian hingga kini masih sangat berat. Tumpukan tanah, bebatuan, dan material kayu yang terbawa longsoran membuat proses penyisiran harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Seperti diketahui, dalam operasi pencarian sebelumnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pertama, Alif Tamimu alias Alipo (18), dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (28/6/2026). Sementara itu, pencarian terhadap Rivaldo Kandow masih terus menjadi fokus utama operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bersama seluruh unsur SAR berharap kehadiran Tim K-9 Polda Sulawesi Utara dapat mempercepat proses identifikasi titik keberadaan korban, sehingga Rivaldo Kandow segera ditemukan dan dapat dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga. (***)