BOLTIM – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi salah satu strategi nasional pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa, kini dikabarkan menghadapi kendala dalam proses implementasinya di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Program yang digagas pemerintah pusat tersebut sejatinya membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Melalui koperasi, warga diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap permodalan, pengembangan usaha, peningkatan produktivitas, hingga penguatan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan.
Namun, di tengah besarnya ekspektasi masyarakat, pelaksanaan program itu disebut belum berjalan sesuai harapan.
Sejumlah sumber yang mengikuti proses pembentukan KDKMP menilai dukungan dari sebagian aparatur Desa Lanut masih belum optimal, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen pemerintah desa dalam menyukseskan program prioritas nasional tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahapan awal pembentukan koperasi telah difasilitasi oleh pemerintah daerah. Selanjutnya, proses pengembangan dan pelaksanaan program menjadi tanggung jawab pemerintah desa sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Akan tetapi, dalam perjalanannya, muncul berbagai penilaian dari masyarakat yang menganggap respons sejumlah aparatur desa terhadap keberadaan Koperasi Merah Putih belum menunjukkan antusiasme yang diharapkan.
Padahal, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan program strategis yang dirancang untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, koperasi tersebut juga diproyeksikan mampu membuka peluang usaha baru, memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, serta menciptakan kemandirian ekonomi berbasis potensi desa.
“Program ini sejatinya hadir untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, dukungan dari seluruh elemen pemerintah desa sangat dibutuhkan agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan warga,” ungkap salah satu sumber kepada media ini, Senin (8/6/2026).
Menurut sejumlah pihak, keberhasilan program nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan partisipasi aktif masyarakat sebagai penerima manfaat.
Mereka berharap berbagai dinamika yang muncul tidak berkembang menjadi hambatan berkepanjangan yang dapat mengganggu realisasi program. Sebaliknya, seluruh pihak diminta mengedepankan kepentingan masyarakat dan bersama-sama mengawal keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga desa tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Lanut masih memiliki ruang dan kesempatan untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan terkait berbagai penilaian yang berkembang di tengah masyarakat mengenai pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah tersebut.
Masyarakat pun berharap program yang digadang-gadang menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi desa itu dapat berjalan sesuai tujuan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Lanut secara berkelanjutan. (***)

