Korban Banjir Bolmong Tak Sendiri, Kapolda Sulut Turun Langsung Salurkan Bantuan

BOLMONG– Luka akibat banjir yang merendam harapan warga Bolaang Mongondow, bantuan akhirnya tiba Kapolda Sulawesi Utara bersama Bhayangkari turun langsung membawa kepedulian bagi korban yang masih berjuang bangkit.

Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Senin (8/6/2026), Polda Sulut menggelar kegiatan kemanusiaan bertajuk Bhakti Sosial Kapolda Sulut yang dirangkaikan dengan program Bhayangkari Peduli, dalam momentum peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026.

Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Solimandungan II, Kecamatan Bolaang, dengan sasaran utama membantu masyarakat yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., hadir langsung bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulut, Ny. Joan Roycke Langie, menyerahkan bantuan sosial kepada warga terdampak. Bantuan diterima Pemerintah Kabupaten Bolaang

Mongondow melalui Bupati Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., yang didampingi Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta, S.H., M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Yusra menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian nyata yang diberikan Polda Sulut kepada masyarakat Bolmong yang tengah menghadapi dampak bencana.

Menurutnya, proses pemulihan pasca-banjir membutuhkan kekuatan bersama dan sinergi semua pihak agar kondisi sosial masyarakat dapat segera pulih.
Sementara itu, Kapolda Sulut menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak menghadapi masa sulit sendirian. Ia mengajak warga tetap menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana di masa mendatang.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam menangani dampak banjir, sekaligus memastikan dukungan Polri terhadap program pembangunan daerah dan kebijakan pemerintah.
Kegiatan bhakti sosial ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar masyarakat terdampak segera pulih dan kembali bangkit dari musibah.(***)