BITUNG — Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi anomali hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di wilayah perairan Sulawesi Utara.
Fenomena cuaca tidak normal seperti hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, arus deras hingga perubahan suhu mendadak disebut dapat mengancam keselamatan nelayan dan aktivitas pelayaran di laut.
Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, meminta nelayan dan masyarakat pesisir lebih waspada serta tidak memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca memburuk.
“Utamakan keselamatan. Laut bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” ujar Dirpolairud Polda Sulut, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, anomali hidrometeorologi merupakan kondisi cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai risiko di laut, mulai dari gelombang tinggi, badai, jarak pandang terbatas hingga potensi kecelakaan kapal.
Lebih lanjut kata Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, mengimbau nelayan agar rutin memantau informasi cuaca dari BMKG maupun sumber resmi lainnya sebelum beraktivitas di laut. Nelayan juga diminta menunda pelayaran apabila terdapat peringatan dini cuaca ekstrem dari pihak berwenang.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Gunakan life jacket dan pastikan alat komunikasi berfungsi dengan baik saat berada di laut,” katanya.
Selain nelayan, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir juga diminta mewaspadai potensi banjir rob dan abrasi akibat dampak cuaca ekstrem.
Dalam situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian di nomor 110, Ditpolairud Polda Sulut di 0811 4300 0213 atau Basarnas melalui nomor 115. (***)





