John Merentek Dipercaya Pimpin BKD Sulut, Gubernur YSK: Jabatan Bukan Milik Selamanya

oleh -19 Dilihat

MANADO — Di tengah sorotan reformasi birokrasi Sulawesi Utara, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE akhirnya mengambil langkah tegas mengakhiri ketidakpastian jabatan dengan melantik secara definitif Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut, Senin (25/5/2026).

Jabatan strategis itu kini resmi dipercayakan kepada John Ismail Merentek, AP., M.Si, yang dilantik dan diambil sumpahnya dalam prosesi penuh pesan moral, kepemimpinan, serta refleksi panjang tentang pengabdian seorang aparatur negara.

Dalam sambutannya, Yulius menegaskan bahwa setelah lebih dari satu tahun memimpin Sulawesi Utara, pemerintahannya akan menuntaskan seluruh posisi Pelaksana Tugas (Plt) menjadi pejabat definitif. Menurutnya, setiap ASN memiliki peluang yang sama untuk bertumbuh dan dipercaya negara, selama menunjukkan loyalitas, integritas, dan dedikasi terhadap pelayanan publik.

“Semuanya ada masanya, setiap masa ada orangnya,” tegas Gubernur.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal kuat arah kebijakan birokrasi Sulut ke depan: meritokrasi, kepastian karier, dan profesionalisme aparatur.

YSK juga menekankan bahwa setiap pelantikan pejabat bukan sekadar seremoni administratif. Dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, ia menegaskan hadir mewakili Presiden Republik Indonesia sehingga proses pengangkatan pejabat harus dilakukan secara benar, penuh tanggung jawab, dan pertimbangan moral.

“Dalam memilih pejabat, saya tidak hanya melihat kemampuan administratif, tetapi juga mendengar suara hati,” ungkapnya.

Kepada John Merentek, Gubernur memberi pesan khusus agar memimpin BKD Sulut dengan kebijaksanaan, kedewasaan, dan kerendahan hati. YSK mengingatkan bahwa ASN merupakan pejabat karier yang harus siap menghadapi tour of duty maupun tour of area demi memperluas pengalaman dan membangun kapasitas kepemimpinan.

Dalam suasana yang sarat refleksi, YSK turut membagikan perjalanan panjang hidupnya di dunia militer mulai dari Letnan Dua hingga Mayor Jenderal, termasuk pengalaman empat kali nonjob dan berbagai tantangan operasi lapangan yang nyaris merenggut nyawa.
“Namanya pemimpin harus legowo. Yang paling sulit itu ikhlas,” ujarnya.

Pelantikan ini menjadi penanda penting bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tengah mendorong lahirnya birokrasi yang lebih profesional, sehat, dan berorientasi pada pelayanan rakyat bukan sekadar administrasi, tetapi juga integritas moral dalam kepemimpinan.(***)