Harkitnas ke-118 di Bolmong Tak Sekadar Seremoni, Bupati Yusra Gas Pendidikan Bersih dan Digitalisasi

BOLMONG — Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Bolaang Mongondow tak berhenti sebagai seremoni tahunan; di tengah gema upacara, Pemkab Bolmong langsung mengunci komitmen pendidikan bersih dan mempercepat digitalisasi daerah sebagai taruhan masa depan generasi bangsa.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menggelar upacara peringatan Harkitnas ke-118 pada Rabu (20/5/2026) di Lapangan Upacara Pemkab Bolmong, Lolak. Upacara dipimpin langsung Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., selaku inspektur upacara.

Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Nasional”, peringatan Harkitnas tahun ini digelar secara terpadu bersama sejumlah momentum nasional lainnya, mulai dari Hari Pendidikan Nasional, Hari Korpri, Hari Otonomi Daerah, Hari Buruh Nasional, Hari Kearsipan Nasional hingga Hari Pemadam Kebakaran Tahun 2026.

Namun, perhatian utama tertuju pada langkah konkret Pemkab Bolmong usai upacara. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan menandatangani komitmen bersama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kesepakatan tersebut menjadi penegasan bahwa proses penerimaan siswa baru harus berjalan objektif, transparan, akuntabel, adil, serta bebas diskriminasi. Pada momentum yang sama, juga dibacakan Deklarasi Bersama Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Tahun 2026 guna membangun lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa.

Semangat kebangkitan nasional juga diwujudkan lewat penghargaan kepada pelajar, sekolah, wajib pajak, desa, hingga fasilitas kesehatan yang dinilai mendukung transformasi daerah.

Pada ajang Lomba Bertutur Tingkat SD/MI yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Juara I diraih Teresia Ranti Mokodongan dari SDN 2 Tuduaog, Kecamatan Bilalang. Posisi kedua ditempati Ekarista Elisabeth Piri dari SD Katolik Santa Maria Kosio, Dumoga Tengah, disusul Eklesia Clayrine Dien dari SDN 1 Kosio.

Sementara pada Festival Literasi 2026, SMP 5 Dumoga keluar sebagai juara stand terbaik, diikuti SMP 5 Lolak dan SMPN 2 Passi.

Di sektor digitalisasi, Bupati juga menyerahkan apresiasi percepatan perluasan digitalisasi daerah melalui penggunaan transaksi QRIS.

Penghargaan diberikan kepada wajib pajak pengguna kanal digital, termasuk Afandi Potabuga, Dr. Herald I. Lapian, serta Desa Cempaka. Untuk kategori puskesmas dengan transaksi QRIS tertinggi, Puskesmas Doloduo menempati posisi pertama, disusul Puskesmas Lolak dan Puskesmas Inobonto.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Pemkab Bolmong menegaskan bahwa kebangkitan nasional tidak cukup diperingati lewat upacara, tetapi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui pendidikan berkualitas dan percepatan transformasi digital.(***)

Exit mobile version