BOLTIM – Pasca operasi besar-besaran penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Garini, jajaran Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) langsung bergerak memperketat pengawasan di seluruh akses keluar masuk wilayah, terutama jalur laut yang dinilai rawan menjadi pintu distribusi hasil tambang ilegal.
Kapolres Boltim, Golfried Hasiholan Pakpahan, turun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Kotabunan, Selasa (12/05/2026). Kehadiran orang nomor satu di Polres Boltim itu menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak ingin memberi ruang sedikit pun bagi praktik penyelundupan hasil tambang ilegal maupun barang terlarang lainnya.
Dalam sidak tersebut, Kapolres memeriksa secara detail area dermaga, aktivitas bongkar muat, ruang penumpang, hingga kesiapan personel pengamanan yang berjaga di kawasan pelabuhan.
Menurut AKBP Golfried, Pelabuhan Kotabunan merupakan salah satu titik strategis yang berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengirim barang ilegal keluar daerah.
“Pelabuhan Kotabunan adalah gerbang utama. Kami pastikan tidak ada celah sedikit pun bagi barang ilegal, hasil tambang liar, maupun narkoba untuk lolos dari pengawasan,” tegas Kapolres saat berada di dermaga.
Tak hanya melakukan pengawasan internal, Kapolres juga membangun koordinasi lintas sektor bersama unsur TNI, Bea Cukai, serta otoritas pelabuhan guna memperkuat pengamanan terpadu selama 24 jam.
Dalam arahannya kepada personel di lapangan, AKBP Golfried menekankan tiga poin utama, yakni pemeriksaan berlapis terhadap manifest kapal dan kendaraan, penerapan zero tolerance terhadap pelaku penyelundupan, serta penguatan sinergitas antarinstansi.
“Siapa pun yang mencoba bermain dengan hukum, kami amankan dan proses seketika. Tidak ada kompromi demi menjaga kekayaan alam daerah,” tegasnya lagi.
Meski pengawasan diperketat, Kapolres memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal. Distribusi barang legal dan aktivitas para pedagang berizin tetap menjadi prioritas agar roda perekonomian tidak terganggu.
Langkah tegas Polres Boltim ini pun mendapat respons positif dari para pelaku usaha di kawasan pelabuhan. Mereka menilai kehadiran aparat memberikan rasa aman sekaligus menekan potensi praktik premanisme dan pungutan liar.
Secara geografis, Pelabuhan Kotabunan memiliki posisi strategis sebagai jalur distribusi penting di wilayah pesisir Sulawesi Utara. Karena itu, pengawasan ketat dinilai menjadi langkah vital untuk menekan kerugian negara akibat eksploitasi tambang ilegal sekaligus menjaga stabilitas distribusi komoditas resmi di daerah. (***)
