Program Prioritas Rumpon Tuai Sorotan, SAKTI Sulut Desak Pengadaan Diusut

oleh -111 Dilihat
Ketua Sakti Sulut, Arnon Hiborang (foto istimewa)

BITUNG — Program bantuan peralatan perikanan jenis rumpon dari Pemerintah Kota Bitung yang semestinya menopang produktivitas nelayan kecil kini justru menuai sorotan serius.

Ketua Serikat Awak Kapal Perikanan (SAKTI) Sulawesi Utara, Arnon Hiborang, mengungkap adanya indikasi ketidaksesuaian antara kualitas barang bantuan dengan besaran anggaran yang bersumber dari DAU specific grant.

“Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat indikasi ketidaksesuaian antara kualitas barang bantuan dengan besaran anggaran,” kata Arnon dalam keterangan tertulis, Selasa (5/4/2026).

Menurut Arnon, temuan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan uang rakyat. Ia menegaskan, setiap rupiah anggaran seharusnya berbanding lurus dengan mutu barang yang diterima nelayan.

SAKTI Sulut menilai kondisi ini patut didalami lebih jauh. Sebab, apabila benar terdapat ketimpangan antara kualitas barang dan nilai anggaran, maka hal itu berpotensi mengarah pada dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan.

Tak hanya itu, SAKTI Sulut juga menyoroti adanya indikasi keterlibatan lebih dari satu pihak dalam pelaksanaan program bantuan tersebut. Karena itu, mereka mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, terbuka, dan independen.

“Program bantuan untuk nelayan harus memberi manfaat nyata. Jangan sampai anggaran yang dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru membuka ruang penyimpangan,” tegas Arnon.

Ia menambahkan, SAKTI Sulut akan terus mengawal persoalan ini hingga ada penjelasan terbuka kepada publik. Menurutnya, nelayan kecil berhak mengetahui apakah bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan nilai anggaran yang telah dikucurkan (*)