Persit Kodam XIII/Merdeka Siap Unjuk Gigi di “Persit Bisa” ke-2, Andalkan Sulam Hai Setala dan Dewi Bordir

MANADO – Semangat kemandirian dan kreativitas kembali digaungkan oleh Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Pengurus Daerah XIII/Merdeka.

Melalui ajang pameran nasional “Persit Bisa” ke-2 yang akan berlangsung pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Persit KCK PD XIII/Merdeka siap menunjukkan eksistensinya dengan menghadirkan produk-produk unggulan yang sarat nilai seni dan ekonomi.

Keikutsertaan dalam pameran berskala nasional ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan langkah strategis dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat peran Persit dalam mendukung perekonomian keluarga.

Produk khas seperti Sulam Benang Hai Setala dan Dewi Bordir menjadi andalan yang dipersiapkan untuk menarik perhatian pengunjung dan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka, Ny. Lely Mirza Agus, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam “Persit Bisa” ke-2 merupakan bentuk nyata apresiasi terhadap dedikasi dan kreativitas para anggota.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang produktif untuk mendorong inovasi serta meningkatkan daya saing produk UMKM binaan Persit.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi para anggota untuk terus berkreasi dan berkarya. Kami ingin menunjukkan bahwa Persit tidak hanya berperan sebagai pendamping prajurit, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi melalui usaha yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota Persit, khususnya yang tidak bekerja di instansi formal, untuk lebih peka dalam melihat peluang usaha. Menurutnya, kemampuan membaca peluang dan berinovasi menjadi kunci dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Sebagai istri prajurit, kita harus mampu melihat peluang dan mengembangkan potensi diri. Dengan begitu, kita tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi ibu rumah tangga lainnya,” tambahnya.

Melalui partisipasi ini, Persit KCK PD XIII/Merdeka optimistis mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan UMKM nasional, sekaligus mempertegas peran perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis kreativitas lokal. (**)