KEK Bitung Makin Seksi, Rp10,5 Triliun Investasi Siap Masuk

oleh -148 Dilihat
Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka mendampingi Gubernur Sulut saat meninjau lokasi KEK Bitung. (foto istimewa)

BITUNG — Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, menyambut langsung kunjungan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, Kamis (30/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis dalam mendorong percepatan investasi sekaligus memperkuat posisi KEK Bitung sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Utara.

Dalam agenda itu, Randito mendampingi gubernur meninjau sejumlah titik vital kawasan, sembari memaparkan kesiapan infrastruktur dan potensi investasi yang terus berkembang.

Turut hadir dalam rombongan, Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan John Michael Toar Sondakh, Kepala DPMPTSP Pingkan Sondakh, Staf Ahli Wali Kota Jeffry Wowiling, Direktur Perumda Air Minum Duasudara Alfred Salindeho, serta jajaran direksi Perumda Bangun Bitung.

Gubernur Yulius Selvanus mengungkapkan, sepanjang 2026 nilai investasi yang masuk ke KEK Bitung diproyeksikan mencapai Rp10,5 triliun—indikasi kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap kawasan industri tersebut.

“Di tahun 2026 ini setidaknya ada investasi Rp10,5 triliun di KEK Bitung,” ujar Gubernur Sulut.

Menurutnya, daya tarik utama KEK Bitung terletak pada kesiapan infrastruktur yang semakin matang, mulai dari akses jalan, listrik, hingga ketersediaan air bersih. Kondisi ini mendorong investor, khususnya di sektor perikanan dan pertanian, mulai antre masuk.

Di sektor perikanan, sejumlah industri pengolahan ikan direncanakan dibangun. Sementara di sektor pertanian, pengembangan difokuskan pada komoditas unggulan seperti kelapa, pala, dan cengkeh yang memiliki nilai ekspor tinggi.

Keunggulan lain KEK Bitung adalah kemudahan logistik. Pembukaan jalur pelayaran langsung (direct call) dari Pelabuhan Bitung ke Asia Timur, seperti China dan Jepang, dinilai memangkas waktu dan biaya distribusi secara signifikan.

“Sebelumnya ekspor harus melalui Surabaya atau Jakarta. Sekarang bisa langsung dari Bitung, ini jauh lebih efisien,” jelasnya.

Sementara itu, Randito Maringka menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bitung untuk mendukung penuh masuknya investasi. Ia memastikan sinergi dengan pemerintah provinsi terus diperkuat demi menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Pemkot Bitung siap bersinergi untuk memastikan investasi berjalan dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (***)