BOLMONG – Respon cepat ditunjukkan jajaran Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Utara dalam menghadapi bencana alam banjir rob yang melanda wilayah pesisir Desa Maelang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sabtu (18/4/2026).
Peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polres Bolaang Mongondow tersebut langsung mendapat penanganan terpadu. Personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD Bolmong, serta instansi terkait bergerak sigap ke lokasi untuk melakukan penanggulangan dan memastikan kondisi masyarakat tetap aman.
Berdasarkan data awal di lapangan, sedikitnya dua unit rumah warga dan dua tempat usaha rumah makan yang berada di pesisir Pantai Maelang mengalami kerusakan parah akibat terjangan ombak. Gelombang laut dilaporkan naik hingga sekitar 100 meter dari bibir pantai dan menghantam permukiman warga.
Tak hanya itu, air laut sempat menggenangi daratan dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter atau setinggi kaki orang dewasa. Kondisi tersebut terjadi sejak malam hari sebelum akhirnya berangsur surut beberapa saat kemudian.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, hingga laporan terakhir dari BPBD Bolmong, Polsek setempat, serta personel Brimob di lokasi, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Komandan Batalyon B Pelopor Sat Brimobda Sulut, Komisaris Polisi I Wayan Wimantara, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons laporan masyarakat dengan menyiapkan satu peleton personel berkemampuan SAR lengkap dengan peralatan khusus.
“Kami menerima laporan baik dari masyarakat maupun media sosial terkait banjir rob ini. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Polsek setempat dan menyiapkan satu peleton SAR Brimob beserta perlengkapan untuk membantu penanganan di lapangan,” ujar Kompol I Wayan Wimantara.
Ia menambahkan, langkah koordinasi dengan satuan kewilayahan menjadi prioritas sebelum pengerahan pasukan, guna memastikan kesiapan personel dan efektivitas penanganan sesuai kondisi di lokasi bencana.
“Dari laporan anggota kami di lapangan, terdapat dua rumah warga dan dua tempat usaha yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan ombak,” tambahnya.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih terus bersiaga di lokasi guna mengantisipasi potensi gelombang susulan serta membantu warga terdampak dalam proses evakuasi dan pemulihan pascabencana. (**)




