,

Cekcok Berujung Tikaman, Polisi Amankan Pelaku

oleh -861 Dilihat
Jajaran Polsek Maesa saat mengamankan terduga pelaku penikaman. (foto istimewa)

BITUNG – Aparat kepolisian dari Polsek Maesa, Polres Bitung, bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial FS (39) yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap ML (37), di Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.

Peristiwa terjadi pada Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 10.30 Wita. Korban mengalami luka di bagian pinggang kanan dan saat ini masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Manembo-Nembo Bitung.

Berdasarkan keterangan awal, insiden diduga dipicu kesalahpahaman terkait dugaan penghinaan terhadap orang tua terduga pelaku melalui media sosial.

Terduga pelaku kemudian mendatangi korban untuk mengonfirmasi informasi tersebut, namun pertemuan berujung pada dugaan penikaman.

Menunjukkan respons cepat, aparat kepolisian langsung menindaklanjuti informasi yang masuk. Terduga pelaku yang sempat menghubungi polisi dan menyatakan akan menyerahkan diri, berhasil diamankan Tim Opsnal Polsek Maesa sekitar pukul 12.00 Wita di Perumahan Meyta Satu, Kelurahan Manembo Atas.

Dalam proses penanganan, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau yang diduga digunakan dalam kejadian serta rekaman CCTV guna kepentingan penyelidikan. Kasus ini ditangani berdasarkan laporan resmi yang telah diterima.

Kasat Reskrim AKP Ahmad A. Ari, dalam keterangannya menyampaikan komitmen kepolisian dalam menjalankan fungsi penegakan hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Terduga pelaku telah diamankan dan saat ini menjalani proses hukum lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan,” ujarnya. Senin (6/4/2026)

Selain penegakan hukum, kepolisian juga mengedepankan fungsi preventif dengan mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial serta mengutamakan penyelesaian masalah secara damai guna mencegah potensi konflik serupa. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.