BPBD Rilis Data Pasca Gempa, Warga Kembali Beraktivitas Normal

BITUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung merilis laporan terbaru dampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung dan sekitarnya.

Hingga Senin pagi (6/4/2026), situasi dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah daerah juga memastikan tidak menetapkan status tanggap darurat.

Kronologi dan Fenomena

Gempa terjadi pada pukul 06.48 WITA dengan pusat berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung pada kedalaman 62 kilometer.

Guncangan kuat yang berlangsung selama 15–20 detik sempat memicu kepanikan warga. Selain itu, fenomena air laut surut juga dilaporkan terjadi sesaat setelah gempa.

Di Pantai Girian Bawah, air laut surut sekitar 7–10 meter, sementara di Pantai Candi (Bitung Barat Dua) mencapai sekitar 5 meter.

Pengungsian Sempat Terjadi

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bitung, Fivy Yurico Kadeke, mengungkapkan sebanyak 120 warga sempat mengungsi di Masjid Agung, Kelurahan Bitung Timur.

Namun, pada Jumat (3/4/2026) pukul 13.00 WITA, seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing dengan pengawalan petugas.

“Meskipun status tanggap darurat tidak ditetapkan, tim tetap melakukan monitoring wilayah dan pencatatan laporan secara intensif untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak tetap optimal,” ujarnya.

Rincian Kerusakan

Berdasarkan pendataan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, sejumlah fasilitas umum, rumah ibadah, hingga pemukiman warga mengalami kerusakan dengan rincian sebagai berikut:

1. Fasilitas Ibadah (Rusak Ringan) Sebanyak 18 rumah ibadah terdampak, terdiri dari 11 gereja dan 7 masjid.

Beberapa di antaranya:

Gereja: GMIM Petra Wangurer Barat, Gereja Katolik Santo Antonius de Padua Girian Atas, GMIM Efrata 1 Bitung

Masjid: Masjid Al-Wathan Wangurer Barat, Masjid Al-Anshor Bitung Barat Satu, Masjid An-Nur Girian Bawah, Masjid Al-Mutaqin Girian Weru Satu

Sebaran kerusakan juga mencakup wilayah Makawidey, Batu Kota, Pintu Kota, Madidir Unet, Madidir Weru, Paceda, dan Bitung Timur.

2. Fasilitas Pendidikan dan Perkantoran

Rusak sedang: SD Cokroaminoto Bitung

Rusak ringan: Kantor Wali Kota lantai

2, Kantor BPBD Kota Bitung, dan Kantor Lurah Pintu Kota

3. Infrastruktur dan Sarana

Mata air: 1 titik di Danowudu (rusak sedang)

Talud pemukiman: 3 titik di Manembo-nembo Tengah, Bitung Barat Dua, dan Pateten Tiga

Talud pemecah ombak: 1 titik di Kelurahan Batulubang

Dampak pada Pemukiman Warga

Kerusakan rumah warga tercatat sebagai berikut:

Rusak berat: 1 unit (Manembo-nembo Tengah)

Rusak sedang: 1 unit (Bitung Barat Dua)

Rusak ringan: 41 unit

Rumah terdampak tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Makawidey, Winenet Satu, Bitung Barat Satu dan Dua, Bitung Tengah, Kakenturan Satu dan Dua, Pateten Tiga, Manembo-nembo Atas, Batulubang, Paudean, Batu Kota, Pintu Kota, Madidir Ure, Girian Weru Dua, hingga Bitung Timur. (***)