MANADO – Aksi cepat dan tegas ditunjukkan Wali Kota Manado Andrei Angouw. Tak sekadar menerima laporan, Wali Kota turun langsung ke lapangan, Selasa (17/3/2026), menyisir titik-titik rawan genangan di sejumlah wilayah Kota Manado.
Lokasi yang disasar meliputi Kelurahan Tikala Ares, Kombos Barat, hingga Titiwungen Utara, area yang selama ini kerap jadi sorotan akibat persoalan drainase dan potensi banjir saat hujan deras mengguyur.
Di Titiwungen Utara, pemandangan alat berat langsung mencuri perhatian. Pemerintah Kota Manado melalui Dinas PUPR mengerahkan ekskavator untuk mengeruk sedimentasi yang menumpuk di saluran air. Endapan lumpur yang selama ini menghambat aliran air diangkat, dibersihkan, dan ditata ulang.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Sedimentasi yang dibiarkan menumpuk dinilai menjadi salah satu biang utama tersumbatnya drainase yang berujung pada genangan hingga banjir saat curah hujan tinggi.
Namun, dalam dialog terbuka dengan warga, fakta lain ikut terungkap. Masalah tak melulu soal teknis. Kebiasaan membuang sampah ke saluran air masih menjadi penyebab serius yang memperparah kondisi di lapangan.
Andrei Angouw pun tak menutup mata. Ia secara tegas mengingatkan bahwa upaya pemerintah akan sia-sia jika tidak diiringi kesadaran masyarakat.
“Permasalahan banjir bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga perilaku. Kalau saluran masih jadi tempat sampah, maka risiko genangan akan terus ada,” tegasnya di hadapan warga.
Angouw menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga fungsi drainase agar tetap optimal dan berkelanjutan.
Upaya pengerukan ini diharapkan mampu memperlancar aliran air sekaligus menekan potensi banjir di kawasan padat penduduk tersebut. Namun, pesan Wali Kota jelas solusi jangka panjang tak cukup dengan alat berat, perubahan perilaku warga menjadi kunci utama.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel serta Kepala Dinas PUPR Kota Manado Johny Suwu.(agung sugi)
