Pasar Petta Stabil, Tapi “Bocor dan Becek”, Bupati Sangihe Gerak Cepat Jelang Lebaran

SANGIHE– Di tengah jaminan harga pangan yang tetap stabil, kondisi Pasar Petta justru “berteriak” lewat atap bocor dan jalan becek—memaksa Bupati Sangihe turun tangan langsung jelang Idul Fitri 1447 H.

Bupati Kepulauan Sangihe melakukan inspeksi langsung ke Pasar Petta di Kecamatan Tabukan Utara, Selasa (17/3/2026), untuk memastikan dua hal krusial: ketersediaan pangan dan stabilitas harga.
Hasilnya, kabar baik datang dari sisi kebutuhan pokok. Stok aman, harga terkendali. Namun di balik itu, masalah lama kembali mencuat fasilitas pasar yang rusak.

Pedagang mengeluhkan atap bocor, jalan becek, hingga area pasar yang mulai amblas. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas jual beli.

Bupati merespons cepat. Perbaikan ringan dipastikan segera dilakukan, sementara kerusakan besar akan masuk kajian anggaran pemerintah daerah.

Masalah lain yang tak kalah krusial adalah ketidaktertiban pedagang yang berjualan di luar lokasi resmi. Penertiban akan dilakukan oleh camat bersama aparat kepolisian dan Satpol PP, dengan target setelah Lebaran.

Di sisi lain, muncul dorongan kuat dari pedagang agar Pasar Petta dijadikan pusat aktivitas perdagangan. Bupati menyebut usulan ini realistis, bahkan membuka peluang pasar tersebut beroperasi setiap hari seperti Pasar Tamako.

Langkah ini dinilai strategis, apalagi pemerintah daerah saat ini belum memperoleh PAD optimal dari aktivitas pasar di Naha, yang masih diwarnai pedagang liar dan infrastruktur yang belum rampung.

Pasar Petta kini tak sekadar tempat jual beli tetapi menjadi titik uji keseriusan pemerintah dalam membenahi ekonomi rakyat dari akar paling nyata.(***)