Tambahan 4 MW Listrik Masuk Sangihe, Bupati: Semua Mesin Baru, Empat Unit Masih di Pelabuhan Amurang

SANGIHE – Upaya memperkuat keandalan listrik di wilayah perbatasan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama PT PLN (Persero).

Menurut Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M, salah satu langkah konkret ditunjukkan dengan tibanya unit mesin pembangkit listrik baru di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tahuna.

Peninjauan langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat di daerah kepulauan tersebut.

Dari hasil pemantauan di lokasi, satu unit mesin pembangkit telah tiba, sementara empat unit lainnya masih dalam proses pengiriman dari Pelabuhan Amurang menuju Sangihe.

Penambahan mesin ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kapasitas listrik di wilayah tersebut. Sebanyak lima unit mesin baru disiapkan dengan kapasitas masing-masing 800 kilowatt (kW). Jika seluruh mesin telah beroperasi, maka total tambahan daya yang dihasilkan mencapai 4.000 kW atau setara 4 megawatt (MW).

Kehadiran mesin baru tersebut diproyeksikan mampu mengatasi defisit listrik yang selama ini terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Bahkan, sistem kelistrikan diperkirakan akan mengalami surplus daya hingga 40 persen sehingga berpotensi mengakhiri pemadaman bergilir yang kerap dialami masyarakat.

Untuk menjamin keandalan operasional, seluruh mesin yang didatangkan dipastikan merupakan unit baru (all new), bukan mesin rekondisi. Langkah ini dilakukan guna memastikan daya tahan mesin lebih optimal serta meminimalkan frekuensi perawatan.

Selain penambahan pembangkit, pemerintah daerah dan PLN juga melakukan langkah preventif non-teknis dengan membersihkan ruang bebas atau right of way di sekitar jalur kabel listrik dari pepohonan yang berpotensi mengganggu jaringan.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pasokan energi yang lebih stabil sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.(***)

Exit mobile version