BOLTARA – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Dr. Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev, menerima prosesi adat Mopohabaru/Mopotau sebagai tanda penyampaian kabar menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Prosesi adat tersebut berlangsung di kediaman Bupati di Desa Boroko, Kecamatan Kaidipang, dan dipimpin oleh Aliansi Lembaga Adat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Dalam kesempatan itu, aliansi adat menyampaikan sejumlah keputusan terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri, termasuk penetapan petugas yang akan memimpin ibadah tersebut. Berdasarkan kesepakatan, Hi. Muhammad Yusuf Dani Pontoh, S.Ag., MH ditunjuk sebagai khatib mimbar, Ustadz Basir Binjanati, S.PdI sebagai imam, dan Ismail Paputungan sebagai bilal.
Bupati Sirajudin Lasena menyampaikan apresiasi kepada lembaga adat yang telah menjalankan tradisi sekaligus menyampaikan kabar tentang pelaksanaan Idul Fitri.
“Terima kasih kepada Aliansi Lembaga Adat yang telah menyampaikan kabar tentang Idul Fitri serta petugas yang akan melaksanakan tugas pada Sholat Ied nanti,” ujar Bupati.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa penetapan resmi 1 Syawal 1447 Hijriah tetap menunggu pengumuman dari Menteri Agama Republik Indonesia.
Dalam arahannya, menyampaikan bahwa kegiatan malam takbiran akan dilaksanakan di rumah Bupati, rumah Wakil Bupati, serta rumah Sekretaris Daerah Boltara. Sementara pemerintah kecamatan dan desa diimbau melaksanakan takbiran di masjid atau di rumah masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menyerahkan bantuan sembako kepada 38 penerima manfaat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan khatam Al-Qur’an sebagai penutup tadarus selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, diikuti kultum dan buka puasa bersama.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua dan Sekretaris TP-PKK Boltara, Wakapolres Boltara, perwakilan Kejaksaan Negeri Boltara, Sekretaris Daerah Boltara, perwakilan Pengadilan Negeri Boroko, Ketua Aliansi Adat Boltara, para asisten Sekda, staf ahli dan staf khusus bupati, pimpinan perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, para imam, camat, serta para sangadi.(***)
