RDP Komisi III Dengan Mitra Kerja, Jeane Laluyan Tanyakan Hal Ini

Manado, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Jeane Laluyan SE, mempertanyakan proses pembagunan gedung Koperasi Daerah Merah Putih (KDMP).

 

Hal itu saat disampaikannya pada rapat dengar pendapat Komisi II DPRD bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut.

 

Dalam kesempatan tersebut politisi PDIP Sulut ini mempertanyakan tenaga kerja yang terjun dalam proses pembangunan Kopdes Merah Putih.

 

Dengan biaya yang bisa dikatakan sangat besar untuk pembangunan, tenaga kerjanya dari mana? Sebaiknya kalau boleh di Sulut ini banyak tenaga kerja bangunan yang mumpuni.

 

Semoga mereka bisa turut andil dalam proses pembangunan,” ungkap Jeane Laluyan di ruang rapat Komisi II DPRD Sulut. Senin (2/3/2026).

 

Selain terkait pembangunan gedung, Jeane Laluyan juga mempertanyakan jaminan Kopdes Merah Putih. Kata dia, telah diketahui bersama, Kopdes Merah Putih mendapat dana Rp3 Miliar. “Nah, yang jadi pertanyaan, siapa yang akan bertanggung jawab dengan dana tersebut ini.

 

Jika dalam waktu tertentu (5 tahun) tidak bisa dikembalikan. Ini penting kami ketahui untuk bisa kami sosialisasikan ke masyarakat,” tegas Laluyan.

 

Menanggapi itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Tahlis Gallang menjelaskan secara rinci.Tahlis mengatakan, saat ini jumlah Kopdes Merah Putih yang bergerak di angka 100-an. Datanya.

 

lanjut Gallang, terus bergerak dari Desember di angka 71 hingga Januari-Februari sudah di atas 100. Total yang sementara membangun ada 151 lokasi/gerai. dengan nilai satu bangunan Rp1,7 Miliar.

 

Dengan pihak pembangun Agrinas yang dananya dari pemerintah pusat. Tetapi itu merupakan platfon dari pinjaman koperasi sebesar Rp 3 Miliar itu,” kata Tahlis.

 

Tahlis menanbahkan, dana sisa sebesar Rp1,3 Miliar boleh untuk modal usaha atau kendaraan. Sedangkan kendala yang paling sering dihadapi, yakni ketersediaan lahan untuk pembangunan gedung.

Exit mobile version