BOLTIM – Menjelang bulan suci Ramadhan, persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Kondisi ini mendapat sorotan serius dari Anggota Komisi II DPRD Boltim, Alambri Matiala, yang mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat.
Politisi Partai NasDem itu meminta Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM serta Bagian Perekonomian Setda Boltim segera menyurat ke agen LPG untuk mengajukan penambahan kuota LPG 3 Kg, khususnya bagi masyarakat di wilayah Boltim.
“Dalam beberapa hari terakhir ini, masyarakat mulai mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg. Apalagi Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, kebutuhan pasti meningkat. Pemerintah harus segera bertindak,” tegas Alambri.
Distribusi Dinilai Tidak Ideal
Pria yang akrab disapa Papa Mitha ini mengungkapkan, berdasarkan hasil peninjauan lapangan di Kecamatan Modayag, distribusi LPG dari agen ke pangkalan hanya dilakukan satu kali dalam sepekan.
Ironisnya, setiap pangkalan hanya menerima jatah sekitar 50 hingga 70 tabung per pengiriman.
Jika dalam satu desa terdapat lima hingga tujuh pangkalan resmi, maka total distribusi hanya berkisar 200 hingga 250 tabung per minggu. Menurutnya, jumlah tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih di bulan Ramadhan.
Alambri memaparkan skema distribusi ideal, yakni pengiriman minimal tiga kali dalam sepekan dengan alokasi 70 hingga 100 tabung per pangkalan setiap distribusi.
Dengan skema tersebut, satu desa diperkirakan bisa menerima 700 hingga 900 tabung LPG 3 Kg per minggu, menyesuaikan dengan jumlah kepala keluarga.
“Kalau distribusi ditingkatkan, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan potensi kelangkaan bisa ditekan,” jelasnya.
Minta Pengawasan Ketat, Cegah Permainan Oknum
Selain persoalan kuota, Alambri juga menyoroti lemahnya pengawasan distribusi. Ia meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum (APH) turun langsung melakukan pengawasan di tingkat pangkalan.
Menurutnya, ada indikasi oknum pedagang yang membeli LPG 3 Kg dalam jumlah besar di pangkalan, kemudian menjual kembali dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Praktik ini dinilai menjadi salah satu pemicu kelangkaan di tingkat masyarakat.
“Jangan sampai ada main mata antara pangkalan, agen, dan oknum pedagang. Ini sudah masuk penyimpangan distribusi dan merugikan masyarakat kecil,” tegasnya.
Sebagai anggota Fraksi NasDem, Alambri menekankan pentingnya peran Dinas Perdagangan dan Bagian Perekonomian Setda Boltim dalam memastikan distribusi LPG 3 Kg tepat sasaran dan sesuai aturan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi agar tidak terjadi penimbunan maupun lonjakan harga di atas HET.
“Sistem distribusi LPG 3 Kg harus kita awasi bersama. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan gas bersubsidi hanya karena ulah oknum. Pemerintah harus hadir dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi menjelang Ramadhan,” tandasnya. (**)
