Berdayakan Masyarakat, Desa Minaesa Gandeng YBLI Olah Minyak Kelapa dan Tanaman Lokal Jadi Obat Herbal

oleh -1250 Dilihat

Sulut, Pemerintah Desa Minaesa terus berupaya meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan warganya. Terbaru, bekerja sama dengan Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI), KitaBisa, dan TDA Manado, Desa Minaesa menggelar pelatihan pembuatan obat herbal berbasis kearifan lokal yang diikuti dengan antusias oleh puluhan ibu-ibu desa.

Dalam kegiatan ini, halaman kantor desa dipenuhi oleh para peserta yang membawa minyak kelapa olahan sendiri dari rumah. Tak hanya itu, bahan baku alami yang melimpah di pekarangan warga, seperti Daun Sesewanua dan Daun Memendo, menjadi primadona dalam praktik pembuatan minyak herbal tersebut.

Kepala Desa Minaesa, Saprin Fanah, mengungkapkan rasa bangganya atas kemauan warga untuk belajar. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran YBLI dan tim ahli.

“Ini adalah program yang sangat menyentuh kebutuhan masyarakat,”ujarnya, Minggu (8/2/2026).

“Dengan memanfaatkan minyak kelapa buatan sendiri dan tanaman yang ada di kebun, warga kami kini punya keahlian baru untuk menjaga kesehatan keluarga secara mandiri,”sambung Saprin.

Pelatihan ini menghadirkan Meilani Jayanti, Dosen Farmasi Unsrat, yang secara detail membimbing warga tentang teknik pengolahan yang higienis. Hal ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan warga memiliki standar kualitas yang baik dan aman digunakan.

Senada dengan pemerintah desa, Kalo Tahirun sebagai tokoh masyarakat setempat, menilai program ini sebagai langkah nyata melestarikan budaya pengobatan tradisional yang mulai terlupakan.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa potensi desa kita, jika dikelola dengan ilmu pengetahuan, bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tuturnya.

Ketua Yayasan YBLI, Asep Rahman, bersama mitra dari KitaBisa dan TDA Manado, berharap sinergi ini menjadi pemantik ekonomi kreatif di Desa Minaesa.

“Melalui dukungan para mitra, diharapkan produk herbal dari tangan ibu-ibu Desa Minaesa ini kelak tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan desa yang bernilai jual,”ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) JULEHA provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sekaligus. Pembina dari Yayasan Lentera Bina Insan Sulawesi Utara DrĀ  Drs H kalo Tahirun MH menyampaikan sosialisasi produk halal pada ibu-ibu.

No More Posts Available.

No more pages to load.