Forkopimda Setujui Pasar Senggol 2026, Tiga Lokasi Strategis Disiapkan

oleh -670 Dilihat

KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mulai bergerak cepat mempersiapkan pelaksanaan Pasar Senggol 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat ini dibahas secara khusus dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib.

Rapat strategis tersebut digelar di Cafe D’Sabuah, Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (05/02/2026), dan dihadiri unsur pimpinan daerah, di antaranya Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Saptono, Kepala Pengadilan Negeri Kotamobagu, perwakilan Dandim 1303/Bolaang Mongondow, Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, para asisten, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rapat diawali dengan pemaparan Asisten I Pemkot Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, yang mengulas pelaksanaan Pasar Senggol tahun 2025, termasuk berbagai dinamika di lapangan.

Evaluasi tersebut menjadi pijakan penting bagi pemerintah dan Forkopimda untuk menghadirkan pasar musiman yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota Weny Gaib menegaskan bahwa rapat tersebut difokuskan pada pematangan persiapan Pasar Senggol yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Kotamobagu setiap menjelang Lebaran.

“Pembahasan persiapan pembuatan Pasar Senggol tahun 2026 di Kotamobagu,” ujar Weny.

Ia menekankan, Pemkot bersama Forkopimda pada prinsipnya menyetujui pelaksanaan Pasar Senggol karena memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Namun, pemilihan lokasi harus mempertimbangkan aspek strategis tanpa mengganggu kepentingan umum, baik bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki.

“Pada dasarnya Pemkot dan Forkopimda menyetujui diadakannya Pasar Senggol karena ini sudah menjadi tradisi. Kita juga berpikir bagaimana mengembangkan ekonomi masyarakat serta mempermudah warga memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” jelasnya.

Terkait lokasi, Weny mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji tiga titik alternatif, yakni kawasan UDK, eks Rumah Sakit Datoe Binangkang, dan Gelora Ambang.

“Terkait lokasi, ada tiga alternatif, yakni UDK, eks Rumah Sakit Datoe Binangkang, dan Gelora Ambang, sambil menunggu lokasi terbaik yang akan disiapkan pemerintah daerah,” tandasnya.

Diketahui, Pasar Senggol merupakan pasar musiman yang tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga mampu menarik kunjungan warga dari berbagai wilayah di Bolaang Mongondow Raya.

Kehadirannya setiap tahun turut memberi warna tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri sekaligus menjadi penggerak roda perekonomian lokal. (**)