Sangihe, SuaraSulut.com – Suasana penuh kedamaian dan kekhidmatan menyelimuti Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) khususnya Jemaat Pniel Tabukan Lama, Desa Kalurae, Kecamatan Tabukan Utara, dalam ibadah perayaan Natal, Kamis (25/12/2025).

Ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Rovie Fentje Mardesa, M.Teol ini mengusung tema sentral “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”. Peribadatan berlangsung syahdu dengan persembahan puji-pujian dari Pelka Pemuda serta harmoni khas Grup Masamper Pelka Bapak Jemaat Pniel Tabukan Lama.

Turut hadir di tengah-tengah jemaat, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Herman Lahungkondo didampingi istri tercinta, Lygia Salainti, S.Pd. Kehadiran pasangan ini menambah nuansa kehangatan keluarga dalam menyambut hari kelahiran Yesus Kristus.
Dalam khotbahnya yang berdasar pada Injil Lukas 2:1-14, Pendeta Rovie Mardesa menekankan kerendahan hati para gembala di padang rumput yang menjadi orang-orang pertama penerima kabar sukacita.

“Para gembala segera bergegas mencari Maria dan Yusuf ke Betlehem setelah menerima penglihatan dari malaikat. Inilah simbol ketaatan dan sukacita yang murni atas kelahiran Sang Juruselamat yang terbaring di palungan,” ungkap Pendeta Mardesa mengutip nats Lukas 2:11-12.

Momentum natal ini juga diperkuat melalui pesan visual dari Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E, M.M. Dalam sambutannya, Bupati Thungari mengimbau agar ekspresi sukacita Natal disalurkan menjadi energi positif melalui kesederhanaan yang penuh makna.

Usai peribadatan, Anggota DPRD Sangihe, Herman Lahungkondo menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh umat Kristiani. Ia menekankan bahwa Natal adalah momentum untuk mempererat ikatan persaudaraan.

“Natal tahun ini membawa pesan kuat tentang kasih dalam keluarga dan sesama. Saya berharap damai Natal tidak berhenti di dalam gereja saja, tetapi terpancar dalam keseharian kita. Mari kita terus saling mengasihi dan menjaga kerukunan di tanah Sangihe yang kita cintai ini,” ujar Herman Lahungkondo dengan penuh optimisme.

Ia juga menambahkan apresiasinya terhadap semangat jemaat. “Melihat antusiasme dan kebersamaan warga jemaat Pniel Tabukan Lama hari ini, saya optimis bahwa nilai-nilai toleransi dan kasih akan terus menjadi fondasi kuat bagi pembangunan daerah kita ke depan,” pungkas legislator tersebut.

Perayaan Natal di Desa Kalurae ini diakhiri dengan berjabat tangan antar jemaat, mencerminkan kerukunan yang erat di wilayah perbatasan utara Indonesia ini.
(Erick Sahabat)

