BOLTIM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas SDM pers di daerah.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar di Aula Wisata Goba Molunow, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka resmi pelaksanaan UKW ke-XXXVI PWI Provinsi Sulawesi Utara dan UKW ke-IV PWI Kabupaten Boltim, yang menjadi momentum penting bagi peningkatan profesionalisme wartawan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Integritas Wartawan di Era Digital”, pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua PWI Sulawesi Utara Voucke Lontaan dan Sekretaris PWI Sulut, Merson Simbolon.
Keduanya membawakan materi strategis terkait standar kerja jurnalistik, etika pers, hingga tantangan media di tengah perkembangan teknologi informasi.
Sebanyak 44 wartawan dari Kabupaten Boltim dan Kota Kotamobagu turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, khususnya terkait peran jurnalis dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan berintegritas.
Ketua PWI Boltim, Erwin Winerungan, menyampaikan apresiasi terhadap tingginya minat wartawan mengikuti kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa pelatihan dan UKW merupakan instrumen penting dalam menjaga kualitas dan marwah profesi kewartawanan.
“Profesi wartawan hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut bukan hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, kami berharap wartawan di Boltim dan sekitarnya semakin siap, profesional, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan informasi yang berkualitas,” ujar Erwin, didampingi Sekretaris PWI Boltim, Gunawan Mamonto.
Ia juga menambahkan bahwa PWI Boltim akan terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui pelatihan berkala, pembinaan organisasi, serta penguatan etika jurnalistik.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UKW diharapkan tidak hanya menjadi ajang penilaian kemampuan teknis semata, tetapi juga membentuk karakter dan integritas wartawan yang mampu menjawab kebutuhan informasi publik secara bertanggung jawab. (**)





