Tersentuh Kondisi Adik Azam, Kapolres Boltim Golfried Hasiholan Hadir Bawa Cahaya Baru

oleh -917 Dilihat

BOLTIM – Udara di Timur Totabuan seakan ikut menahan napas ketika Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H M.Si, melangkah memasuki sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal Adik Azam dan keluarganya, Rabu (3/12/2025).

Di ruang kecil itulah, potret nyata tentang perjuangan hidup terpampang tanpa perlu kata-kata.

Azam, bocah kecil yang kini berdiri di persimpangan kehidupan serba sulit, menjalani hari-harinya dengan ketabahan luar biasa.

Ayahnya, seorang buruh pemetik kelapa, bekerja dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari demi sekedar memastikan ada makanan di meja keluarga. Namun, beban hidup sering kali lebih berat daripada tenaga yang mampu dikerahkan.

Melihat langsung kondisi sang bocah, Kapolres Boltim bersama Ketua Bhayangkari Cabang Boltim, Ny. Joice Golfried, tak kuasa menahan haru.

Ada keheningan yang berbicara lebih keras daripada kalimat apa pun—sejenis getaran empati yang hadir begitu murni, menjahit jarak antara aparat penegak hukum dan warga kecil yang tengah berjuang.

Dalam suasana sarat kehangatan itu, Kapolres menundukkan kepala di hadapan Azam. Dengan suara lirih yang penuh ketulusan, ia memanjatkan doa untuk masa depan sang bocah.

“Semoga kelak Adik Azam menjadi anak yang sukses dan berguna bagi bangsa, negara, serta keluarga,” ucapnya, menyampaikan harapan yang mengalir jernih dari relung hati.

Tak hanya menyampaikan simpati, Kapolres juga memberikan pesan penting kepada seluruh masyarakat Boltim yang tengah dililit kesulitan.

Ia menegaskan bahwa pintu Polres Boltim dan Pemerintah Kabupaten Boltim selalu terbuka untuk memberikan bantuan.

“Polres Boltim dan Pemda Kabupaten Boltim selalu membuka pintu bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” tutur perwira kelahiran Jakarta, 6 Oktober 1976 itu.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda kedinasan, melainkan bentuk nyata kepedulian yang menegaskan bahwa aparat tak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk mengulurkan tangan kepada warga yang membutuhkan.

Sebuah pesan kemanusiaan yang menyentuh—bahwa di tengah dunia yang bergerak cepat, masih ada ruang untuk kepedulian yang tulus.

Azam tersenyum tipis saat Kapolres berpamitan, senyum sederhana yang menyiratkan secercah harapan. Di balik mata kecilnya yang jernih, tumbuh keyakinan bahwa masa depan masih mungkin diraih, selama ada tangan-tangan baik yang bersedia menuntun.

Di rumah sederhana itu, harapan kecil kembali menyala. Tak besar, tak gemerlap—namun cukup untuk mengingatkan bahwa kebaikan, sekecil apa pun, tetap mampu mengubah hidup seseorang. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.