Danyon 868 Letkol Mamik Prananto Temui Wali Kota Weny Gaib, Bahas Penempatan 644 Prajurit Bantong Sakti

oleh -951 Dilihat

KOTAMOBAGU — Kunjungan Komandan Batalyon (Danyon) Yonif TP 868/Bantong Sakti, Letkol Inf. Mamik Prananto Kurniawan, ke Kantor Wali Kota Kotamobagu, Selasa (2/12/2025), menjadi momentum penting yang menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung penempatan ratusan pasukan elit tersebut.

Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota, Letkol Mamik disambut langsung Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M.

Pertemuan ini membahas secara mendalam perkembangan penempatan sementara 644 personel Yonif TP 868/Bantong Sakti di wilayah Kotamobagu sebelum dipindahkan ke markas permanen di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Letkol Inf. Mamik Prananto Kurniawan menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan bentuk silaturahmi sekaligus memastikan kesiapan daerah menerima penugasan satuan baru tersebut.

Ia menegaskan bahwa hampir seluruh prajurit yang bertugas telah mulai beradaptasi dengan lingkungan setempat sejak kedatangan mereka pada 30 November lalu.

“Kami datang pertama untuk silaturahmi. Kami hanya ingin menyampaikan bahwa ada 644 prajurit yang bertugas di sini, dan mayoritas merupakan putra daerah Sulawesi,” ungkapnya.

Komandan batalyon juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kotamobagu yang sigap memfasilitasi kebutuhan personel selama masa penempatan sementara di Bukit Ilongkow.

Wali Kota Weny Gaib menyampaikan bahwa seluruh fasilitas penampungan yang telah disiapkan pemerintah berada dalam kondisi layak huni.

Proses pembersihan dan penataan lokasi telah rampung dan siap digunakan hingga pembangunan markas baru di Motongkad, Boltim, selesai dalam kurun waktu sekitar satu tahun.

“Penempatan sementara ini sudah kami siapkan dengan baik. Lokasinya bersih, fasilitasnya siap, dan dapat menunjang rutinitas para personel hingga seluruh proses pembangunan di Boltim selesai,” ujar Wali Kota.

Keberadaan ratusan personel Yonif TP 868 juga memberikan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas belanja harian para prajurit di pasar sekitar mencapai sekitar Rp30 juta per hari, memberikan keuntungan signifikan bagi pedagang tradisional dan pelaku UMKM.

“UMKM sangat merasakan peningkatan pendapatan karena aktivitas ekonomi dari pasukan yang ditempatkan di sini,” tambahnya.

Selain aspek ekonomi, Wali Kota menilai hadirnya prajurit profesional di wilayah tersebut membawa dampak positif terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Pengawasan dan aktivitas rutin yang dilakukan personel turut meminimalisir potensi gangguan kamtibmas, termasuk kenakalan remaja.

“Mereka juga berencana menggelar kegiatan pagi seperti jalan sehat, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Ini sangat baik untuk lingkungan Bulang,” jelasnya.

Saat ini markas sementara Yonif TP 868 berada di Bukit Ilongkow. Sementara markas permanen di Motongkad, Boltim, tengah dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu tahun.

Letkol Mamik berharap kehadiran batalyon baru ini dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Dengan dimulainya penempatan pasukan ini, Kotamobagu tidak hanya membantu dalam aspek strategis, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang luas antara pemerintah daerah dan aparat pertahanan dalam rangka memperkuat stabilitas dan pertumbuhan daerah. (**)