KOTAMOBAGU — Krisis air bersih yang melanda Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, selama hampir sepekan memicu sorotan tajam dari Anggota DPRD Kota Kotamobagu, Refly Setiawan Mamonto, S.Kom.
Legislator asal Fraksi PKB itu menilai pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolmong semakin memprihatinkan dan merugikan masyarakat.
Warga Moyag sebelumnya mengeluhkan distribusi air yang tidak mengalir sama sekali ke rumah-rumah mereka. Kondisi ini menghambat aktivitas harian warga, mulai dari kebutuhan memasak, mencuci, hingga kebersihan rumah tangga.
“Sudah sepekan air tidak mengalir. Ini kekecewaan masyarakat yang harus dijawab PDAM. Kenapa distribusinya bisa macet selama ini?” tegas Refly, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan. Ketika pelayanan tidak maksimal, dampaknya langsung dirasakan warga yang bergantung pada pasokan PDAM.
“Air itu kebutuhan utama. Kalau saja kebutuhan ini tidak dipenuhi dengan baik, berarti ada masalah serius pada pelayanan. PDAM harus segera berbenah,” ujar Refly.
Ia menegaskan, jika ada kendala teknis seperti pipa bocor atau gangguan jaringan, PDAM harus responsif dan cepat menangani. Keterlambatan melakukan perbaikan hanya memperpanjang penderitaan masyarakat.
“Saya minta PDAM memperbaiki kinerja pelayanan. Kalau memang ada pipa bocor atau kerusakan lain, segera tangani. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tegasnya lagi.
Refly juga mengingatkan agar PDAM mengutamakan pelayanan publik dan mengoptimalkan distribusi air, terutama di wilayah yang selama ini kerap terdampak gangguan.
“Pelayanan harus diutamakan. Jangan biarkan masyarakat kembali kecewa karena air tak kunjung mengalir,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Bolmong, Rudi Mokoagow, saat dikonfirmasi media ini, menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan air bersih kepada masyarakat Modayag Bersatu dan Kotamobagu.
“Kami dari manajemen Perumda Air Minum Tirta Bukaka Kabupaten Bolmong menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas gangguan distribusi air yang terjadi. Kami memahami betul kesulitan yang dialami masyarakat,” ujar Rudi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya saat ini terus berupaya melakukan perbaikan di lapangan agar pasokan air dapat kembali normal secepatnya.
“Perbaikan jaringan dan pengaturan tekanan air sedang dilakukan oleh petugas teknis. Kami berkomitmen memperbaiki gangguan ini sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala PDAM Unit Modayag, Zulman Tooy, mengakui adanya gangguan pada jaringan distribusi. Ia menjelaskan bahwa petugas tengah melakukan penyetelan ulang tekanan air pada beberapa titik, termasuk perbaikan pipa.
“Saat ini kami sementara menyetel tekanan air. Beberapa wilayah memang belum teraliri karena tekanan masih disesuaikan. Jalur ke arah Ilongkow juga harus diprioritaskan karena kebutuhan air untuk pasukan TNI yang menetap di sana cukup besar,” jelas Zulman.
Ia meminta masyarakat untuk bersabar hingga proses perbaikan selesai.
“Mohon maaf atas gangguan ini. Tim teknis masih bekerja di lapangan untuk menyelesaikan penyetelan tekanan air,” tutupnya. (**)
