SUARASULUT.COM, Ratahan – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar diskusi publik bertajuk “Menakar Strategi Kepemimpinan Ronald Kandoli dan Fredi Tuda di Tengah Dinamika Fiskal Nasional”. Acara yang berlangsung di aula Green Garden Ratahan pada Jumat (14/11/2025) ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Mitra dan DPRD.
Diskusi yang digagas oleh KNPI di bawah kepemimpinan Ketua DPD, Bung Ruland Sandag, ini bertujuan mengupas tuntas tantangan dan strategi pembiayaan pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran nasional.
Ketua DPD KNPI Mitra Bung Ruland Sandag, dalam sambutannya mengawali kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini mengambil momentum dalam rangka hari sumpah pemuda ke 97
“Kami terpanggil untuk turut serta berpartisipasi memberikan sumbangan pikiran lewat kegiatan ini,” ujar Sandag.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mitra, David Lalandos, yang hadir mewakili pemerintah, menjadi narasumber utama. Dalam paparannya, Lalandos menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mitra telah menerapkan strategi ketat untuk memastikan visi dan misi daerah dapat terlaksana.
“Efisiensi sudah dilakukan, sehingga pemenuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur bisa terpenuhi, tapi tetap membutuhkan pembiayaan yang bersumber dari pinjaman ke bank pemerintah,” ujar Lalandos.
Selain efisiensi, peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi fokus utama. Lalandos menyebut beberapa langkah strategis yang dijalankan:
* Intensifikasi pajak dan retribusi daerah.
* Inovasi sumber pendapatan baru.
* Penentuan skala prioritas pelaksanaan program untuk masyarakat agar sesuai dengan RPJMD dan RKPD.
Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya melalui kabag perencanaan AKP Imam Sarjono, menyatakan bahwa peran KNPI sebagai suatu organisasi pemuda, sangat menentukan dalam kemajuan suatu bangsa menuju pembangunan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mitra, Sophia Antou, saat menyampaikan pandangannya, menekankan bahwa kondisi fiskal yang dihadapi Mitra juga dialami oleh banyak daerah lain.
“Bukan hanya Mitra saja, daerah lain juga sedang berusaha untuk melakukan pinjaman ke bank pemerintah,” jelas Sophia Antou.
Namun, ia mengingatkan bahwa proses pinjaman tersebut tidak mudah. Pinjaman daerah harus melalui serangkaian proses yang ketat, termasuk:
* Uji kelayakan dari pihak independen.
* Persetujuan dari DPRD.
* Persetujuan akhir dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Di akhir sesi, Sophia Antou memberikan dorongan semangat kepada seluruh kalangan pemuda di Mitra, mulai dari Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Masyarakat (Ormas), hingga siswa SMU/K, untuk terus melakukan inovasi dan kegiatan positif demi kemajuan Mitra.
Ia bahkan menawarkan dukungan penuh lembaga DPRD untuk memfasilitasi kegiatan kepemudaan.
“Buatkan proposal dan masukan ke Pemkab kalau mau buat kegiatan kepemudaan, nanti kami kawal, atau bawa proposalnya ke kantor DPRD juga bisa,” kata Sophia, yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Diskusi publik ini diharapkan dapat membuka wawasan dan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan elemen pemuda dalam menghadapi tantangan fiskal nasional demi mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan di Kabupaten Mitra.(***)

