MINSEL– Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menghadiri Kegiatan Mini Lokakarya Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahap III serta Sosialisasi 7 Dimensi Lansia Tangguh di Kecamatan Tatapaan
Bupati Minahasa Selatan, membuka secara resmi kegiatan tersebut, yang bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.
Upaya percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga merupakan salah satu prioritas nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yang diimplementasikan di daerah melalui Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 14 Tahun 2023 tentang Peran Desa dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi. Langkah ini sejalan dengan Program Bangga Kencana, yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga dan ketahanan sosial masyarakat sebagai fondasi pembangunan manusia di daerah.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi 7 (Tujuh) Dimensi Lansia Tangguh ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok usia lanjut yang menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga. Program ini merupakan bagian integral dari Bangga Kencana, yang menekankan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap seluruh siklus kehidupan masyarakat mulai dari anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Tujuh dimensi yang disosialisasikan meliputi aspek spiritual, emosional, fisik, sosial kemasyarakatan, kognitif, profesional atau vokasional, dan lingkungan. Melalui pemahaman dan penerapan tujuh dimensi ini, diharapkan para lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku aktif, panutan moral, dan sumber kebijaksanaan dalam keluarga serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus memastikan keluarga dan lansia di Minahasa Selatan menjadi bagian aktif dari pembangunan manusia seutuhnya.
“Kegiatan Mini Lokakarya Tahap III yang kita laksanakan hari ini juga merupakan bagian penting dari proses evaluasi dan penguatan koordinasi antar sektor. Melalui forum ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh strategi penanganan di lapangan benar-benar terintegrasi, efektif, dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting di daerah kita,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa pihaknya menargetkan penurunan prevalensi stunting dari 28,1% menjadi 24,5% pada tahun 2025, dan terus bergerak menuju kondisi ideal di tahun-tahun berikutnya sesuai dengan arah RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2025–2029.
Bupati juga mengingatkan seluruh peserta yang hadir, baik dari unsur Forkopimcam, tenaga gizi, bidan koordinator, TP-PKK, kader posyandu, PKB/PLKB, hukum tua, maupun pendamping desa, untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, tangguh, dan sejahtera.
“Pastikan setiap anak yang lahir di Minahasa Selatan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kesehatannya, mendapat asupan gizi yang cukup, dan dibesarkan dengan kasih sayang dalam keluarga yang harmonis,” ungkapnya.(***)
