Putra Kotamobagu Rachmat Rescuer Babay, Satu-satunya dari Sulut Lolos Polbit Penerbangan Indonesia

JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda asal Kota Kotamobagu.

Rachmat Rescuer Babay, putra pasangan Sugianto Babay dan Dela Suangi, berhasil menjadi satu-satunya peserta asal Sulawesi Utara yang lolos seleksi nasional Pola Pembibitan (Polbit) Kementerian Perhubungan RI di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug tahun akademik 2025/2026.

Pemuda yang akrab disapa Qiu ini dinyatakan lulus pada program studi D-3 Operasi Bandar Udara (OBU), dan menempati peringkat ke-6 nasional dari total 18 formasi yang tersedia di PPI Curug tahun ini.

Ia merupakan lulusan SMA Negeri 2 Kotamobagu tahun 2025, dan kini resmi menyandang status taruna ikatan dinas setelah dilantik dalam upacara di Lapangan Langit Biru, PPI Curug, pada Sabtu (1/11/2025).

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Direktur PPI Curug, Capt. Megi Hudi Helmiadi, tersebut menjadi momen bersejarah bagi Qiu.

Sebelumnya, ia bersama ratusan calon taruna lainnya telah menyelesaikan Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) selama satu minggu di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat — tahap penting yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat juang sebagai calon perwira transportasi udara.

Proses seleksi Polbit PPI Curug 2025 terbilang sangat kompetitif. Berdasarkan SK Kementerian Perhubungan RI Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor PG-BPSDMP 11 Tahun 2025, sebanyak 23.000 peserta dari seluruh Indonesia bersaing memperebutkan 791 formasi.

Dari jumlah tersebut, 281 formasi diperuntukkan bagi Kementerian Perhubungan, sementara 510 formasi merupakan afirmasi pemerintah daerah.

Untuk Prodi D-3 Operasi Bandar Udara (OBU) sendiri, hanya tersedia 18 formasi dari 916 pelamar secara nasional.

Melalui serangkaian tahapan ketat — mulai dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Tes Kesehatan Tahap I dan II, Psikotes, Wawancara, hingga Tes Kesamaptaan dan Kebugaran Jasmani — akhirnya hanya 18 peserta terbaik yang dinyatakan lolos, termasuk Rachmat Rescuer Babay yang sukses berada di peringkat 6 besar nasional.

Menariknya, seluruh proses seleksi untuk wilayah Sulawesi Utara dilaksanakan secara transparan dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube dan Instagram resmi Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulut sebagai panitia pelaksana seleksi regional. Titik seleksi ini diikuti peserta dari empat provinsi, yakni Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Dengan pencapaian gemilang ini, Qiu tidak hanya mengharumkan nama keluarga dan sekolahnya, tetapi juga membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Kotamobagu dan Sulawesi Utara secara umum.

Keberhasilan Qiu menjadi satu-satunya putra Sulut yang lolos jalur Polbit PPI Curug tahun 2025 menegaskan bahwa anak daerah pun mampu bersaing di tingkat nasional.

Dedikasi dan kerja kerasnya sejak masa SMA kini terbayar dengan kesempatan menempuh pendidikan ikatan dinas bergengsi di bawah naungan Kementerian Perhubungan RI.

“Ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, tapi juga motivasi bagi anak-anak muda Sulawesi Utara untuk terus berjuang dan berprestasi,” ungkap salah satu kerabat dekat keluarga Babay saat dihubungi.

Dengan langkah barunya di PPI Curug, Rachmat Rescuer Babay siap mengukir masa depan sebagai insan penerbangan yang profesional, disiplin, dan berintegritas — membawa nama Kota Kotamobagu dan Sulawesi Utara terbang lebih tinggi di dunia penerbangan nasional. (**)

Exit mobile version