Komitmen Pemkab Boltim: Petani Harus Sejahtera

oleh -1119 Dilihat
oleh

BOLTIM — Sektor perkebunan Sulawesi Utara tengah memasuki babak baru! Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Argo V. Sumaiku) tampil di garda terdepan mewakili daerahnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Hilirisasi Perkebunan se-Sulut yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Gubernur Sulut, Jumat (12/9/2025).

Didampingi Kepala Dinas Pertanian Boltim Sitti Aisah Buntuan, Wabup Argo ikut menyaksikan arahan monumental dari Mentan yang menegaskan: “Era baru hilirisasi perkebunan telah dimulai!”

Mentan mengumumkan bahwa pemerintah pusat menyiapkan benih dan bibit untuk 41 ribu hektare lahan perkebunan di Sulawesi Utara. Ia menegaskan bahwa ini adalah bantuan terbesar sejak Indonesia merdeka, sebuah terobosan yang langsung disambut gegap gempita peserta rapat.

“Kita sedang fokus garap sektor perkebunan di seluruh Indonesia. Bapak Presiden meminta agar hilirisasi dipercepat, termasuk program replanting dan pengembangan. Untuk Sulut, kami siapkan 41 ribu hektare benih dan bibit. Ini sejarah baru!” ujar Amran penuh semangat.

Mentan menyoroti empat komoditas unggulan Sulut. Kelapa menjadi primadona, dengan permintaan Malaysia saja mencapai 400 ribu ton per tahun. Selain itu, pala, kopi, dan kakao masuk radar strategis Kementan. Bahkan, 15 ribu hektare lahan disiapkan khusus untuk pengembangan pala, komoditas berkelas dunia dengan nilai ekonomi fantastis.

Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, mengungkapkan data yang membuat optimisme kian menguat:

Luas perkebunan Sulut: 403.539 hektare, mayoritas kelapa.
20 ribu hektare butuh segera peremajaan.

Ekspor perkebunan tahun 2024: Rp2,5 triliun, mayoritas kelapa dan produk turunannya.

“Diversifikasi produk, kemitraan dengan industri, dan akses pasar global akan menjadi kunci. Dengan dukungan Kementan, manfaat hilirisasi ini akan semakin nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Victor.

Kehadiran Wakil Bupati Argo menegaskan bahwa Pemkab Boltim tidak mau ketinggalan dalam gelombang besar hilirisasi. Boltim siap menyambut peluang emas ini untuk mendorong petani lebih berdaya saing, mandiri, dan sejahtera.

Sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten ini diyakini akan membawa lompatan besar bagi Boltim, bukan sekadar janji, tetapi langkah nyata menuju masa depan pertanian yang makmur.(***)