Oknum Suami Kepsek SLB Poyowa Besar Diduga Aniaya Guru, Korban Laporkan ke Polisi

oleh -3982 Dilihat

KOTAMOBAGU – Dunia pendidikan di Kota Kotamobagu kembali tercoreng. Seorang oknum suami Kepala Sekolah SLB Poyowa Besar, berinisial GM alias Gun, diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu guru berinisial BR alias Bud, Senin (25/8/2025).

Informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban BR tengah bersiap melakukan absensi digital di halaman sekolah. Tiba-tiba pelaku GM menghampiri, mencekik leher korban, serta memukul tangannya hingga ponsel yang sedang digenggam terlepas dan rusak.

Tidak hanya itu, GM juga menuduh BR sebagai provokator yang menghasut guru-guru agar melengserkan istrinya dari jabatan kepala sekolah. Namun saat diminta bukti, GM tidak mampu menunjukkannya.

Amukan GM kian menjadi-jadi. Ia melontarkan kata-kata bernada sentimen kedaerahan, bahkan sempat mengangkat wastafel besi untuk dilemparkan ke arah korban. Beruntung, aksi berbahaya itu berhasil digagalkan guru lain yang segera melerai.

Korban yang mengalami luka gores di leher merasa terancam dan dipermalukan. Upaya perdamaian yang dilakukan GM dengan tawa dan permintaan maaf yang terkesan tidak tulus ditolak oleh BR.

Penolakan itu justru membuat GM semakin arogan dan menantang korban agar melaporkannya ke pihak berwajib.

“Silakan laporkan saya, saya tunggu polisi mana yang datang untuk menjemput saya,” ujar GM dengan nada menantang.

Tak berhenti di situ, GM juga melontarkan ancaman serius, memastikan korban tidak akan tenang tinggal di wilayah tersebut.

Merasa jiwanya terancam, BR akhirnya menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polres Kotamobagu.

Laporan resmi diterima kepolisian pada 25 Agustus 2025 dengan nomor LP/467/VIII/2025/SPKT/RES-KTGU/SULUT, terkait dugaan tindak pidana penganiayaan. Korban juga telah menjalani visum di rumah sakit sebagai bagian dari bukti laporan.

Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto SIK MH, melalui Kasat Reskrim IPTU Ahmad Waafi S.Tr.K MH, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sudah masuk, segera kita tindaklanjuti,” tegas IPTU Ahmad Waafi, yang dikenal sebagai Kasat Reskrim termuda se-Indonesia.

Kasus ini pun mendapat sorotan publik, mengingat peristiwa terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para tenaga pendidik maupun siswa. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.