Bupati Sangihe Blak-blakan di Podcast Tribun Manado: Soroti Mahalnya Logistik hingga Krisis Listrik di Pulau Terluar

oleh -600 Dilihat
Dalam bincang-bincang tersebut, Bupati Thungari secara lugas memaparkan berbagai tantangan strategis yang membayangi pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe

Sangihe, SuaraSulut.com Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.E., menjadi sorotan utama dalam siaran langsung Podcast Tribun Manado hari Rabu (6/8/2025). Dalam bincang-bincang tersebut, Bupati Thungari secara lugas memaparkan berbagai tantangan strategis yang membayangi pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya terkait posisi geografis yang unik sebagai wilayah perbatasan.

Salah satu ganjalan utama yang disorot Bupati adalah tingginya biaya logistik. Berada di ujung utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, ongkos pengiriman barang dari dan ke Sangihe, baik dari Manado maupun daerah lain, menjadi sangat mahal. “Biaya logistik yang tinggi ini juga berdampak langsung pada nilai produk unggulan daerah ketika dikirim keluar Sangihe, karena harus menanggung biaya pengiriman yang tidak sedikit,” jelas Bupati.

Menyikapi pelayanan publik, Bupati menekankan peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai garda terdepan. Ia mengingatkan setiap ASN untuk sepenuhnya memahami tugas dan fungsinya, serta sumber daya yang diperlukan untuk menunjang kinerja.

Thungari juga transparan mengenai kondisi fiskal daerah yang berat. Belanja pegawai Pemkab Sangihe telah mencapai 42% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), angka yang melampaui batas ideal Kementerian Keuangan sebesar 30%. Ia pun mengambil langkah tegas. “Sejak saya menjabat, saya sangat selektif dalam menerima ASN yang ingin masuk ke Sangihe. Bagi ASN yang bermohon pindah saya tidak menghambat bahkan mengizinkan asalkan bukan tenaga yang tidak ada penggantinya seperti dokter spesialis,” tegasnya, sembari menekankan pentingnya kehadiran ASN yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, persoalan kelistrikan menjadi perhatian serius. Banyak masyarakat di pulau-pulau kecil Sangihe, sebut Bupati, hanya menikmati listrik selama 6 hingga 12 jam per hari. Kondisi ini secara signifikan menghambat pengolahan hasil tangkapan nelayan dan upaya digitalisasi desa. Meskipun beberapa desa sudah mulai menggunakan layanan internet berbasis Starlink yang didukung Dana Desa, ketersediaan internet menjadi sia-sia tanpa listrik yang memadai. “Percuma sudah ada Starlink, tapi tidak ada listrik. Ini yang selalu kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Bahkan kami yang berada di daratan utama Sangihe masih mengalami pemadaman listrik hingga saat ini,” keluh Bupati.

Melalui kesempatan ini, Bupati Thungari berharap masyarakat luas dapat memahami kompleksitas tantangan yang dihadapi daerah kepulauan. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dalam membangun Sangihe yang sejahtera dan berbudaya.

(Erick Sahabat)