Minut, Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) melaksanakan Training Of User (TOU) bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Acara ini berlangsung di Restoran Telaga Indah jln. Soekarno, Desa Matungkas, Kec Kalawat, Minut, Selasa (28/7/2025),
Pelatihan dalam rangka menambah pengetahuan bagi masyarakat lebih khusus para petani, dengan maksud untuk menghimpun dan mengkoordinasikan semua potensi pengusaha produk perlindungan tanaman parakuat diklorida sebagai sumber daya pembangunan Pertanian.
Tujuannya untuk mengoptimalkan manfaat produk perlindungan tanaman parakuat diklorida bagi pembangunan pertanian, menjadi mitra petani dan pemerintah dalam hal pengelolaan produk perlindungan tanaman parakuat diklorida, dan sebagai wadah komunikasi serta penyedia informasi tentang produk perlindungan tanaman parakuat diklorida bagi para anggota dan pemangku kepentingan lainnya di Indonesia.

Selain itu, diberikan edukasi terkait penggunaan pestisida berdasarkan prinsip 6T, yakni tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, tepat cara, dan tepat mutu.
Muliadi Beteng perwakilan Alishter pusat menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini sudah diadakan di 381 Kabupaten.
Dikatakannya, kita pahami bersama pada saat ini berdasarkan data pusat statistik tenaga kerja di sektor pertanian mengalami penurunan.
“Masyarakat banyak pindah ke kota cari pekerjaan, dan Anak-anak sekolah di kota dan tidak kembali lagi ke desa,”katanya.
Lanjutnya menerangkan, untuk membantu para petani sekarang sudah ada teknologi kimia Herbisida. Bisa kalau di lihat dari luas lahan rumput yang berada di lahan untuk berkebun sulit mengandalkan tenaga manusia.
“Maka hadirnya teknologi bahan kimia Herbisida banyak membantu petani dan sudah banyak di gunakan,” paparnya.
Ia juga membeberkan, jika teknologi bahan kimia Herbisida salah digunakan bisa menggangu kesehatan, dan lingkungan.
“Dapat berpotensi mengganggu kesehatan, dan lahan”tegasnya.
Di tempat yang sama, Kadis Pertanian Minut menyampaikan apresiasi kepada Alishter yang sudah sekalian kali hadir di tengah warga masyarakat petani dalam memberikan pemahaman dalam menggunakan bahan teknologi kimia herbisida dengan baik dan benar.
“Hadirnya Alishter sangat bermanfaat bagi masyarakat petani,” ungkap Samuel Karundeng.
“Bicara Pestisida atau Herbisida adalah yang di kembangkan petani saat ini, untuk membantu menghilangkan hama atau tumbuhan pengganggu dan meminimalisir kita mendapat tenaga kerja,”sambungnya.
Ia juga mengungkapkan, ada konsekuensi ketika menggunakan yang namanya perpistida atau herbisida.
“Pertemuan saat ini adalah pertemuan yang strategis dan memberikan manfaat bagi para petani,”pungkasnya dan membuka acara pelatihan yang di laksanakan oleh Alishter
Untuk diketahu, turut hadir Kadis Pertanian Minut, Dinas Kesehatan Minut dan Para Petani yang berada di Kabupaten Minut, dan dibagi juga 3 kelompok petani yang hadir, yakni: Kelompok Kalibrasi penyemprotan Yang Aman dan Efektif, Kelompok Peraturan dan perundang-undangan, dan Kelompok Kesehatan Pencegahan Keracunan Pestisida dan Pertolongan Prosedur Darurat.

