Aksi Mulia Letkol Fahmil dan Prajurit Kodim 1303, Rutin Salurkan Sedekah untuk Panti Asuhan

oleh -1601 Dilihat

KOTAMOBAGU – Di balik tugas berat menjaga stabilitas dan pertahanan negara, ada sisi lain dari prajurit TNI yang jarang terlihat, namun begitu menyentuh hati.

Sejak dipimpin oleh Dandim 1303/Bolaang Mongondow, Letkol Inf Fahmil Harris SIP, semangat kepedulian sosial justru semakin tumbuh dan mengakar di tubuh satuan ini melalui gerakan sedekah bulanan.

Tanpa banyak publikasi, setiap bulan para prajurit Kodim 1303/Bolmong secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka.

Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada anak-anak di berbagai panti asuhan yang tersebar di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

“Ini bukan tentang seberapa besar yang kita beri, tapi tentang ketulusan dalam memberi. Kami prajurit ingin hadir bukan hanya saat negara memanggil, tapi juga saat sesama membutuhkan,” ungkap Letkol Fahmil dengan penuh empati.

Tak sebatas menyalurkan bantuan, para prajurit juga rutin berkunjung ke panti-panti asuhan. Mereka bercengkerama, bermain, hingga memotivasi anak-anak yang tinggal di sana. Suasana hangat, haru, dan penuh keakraban selalu tercipta dalam setiap kunjungan.

Baharuddin Bachmid (53), pengurus Panti Asuhan Ar-Rahman di Kota Kotamobagu, mengaku sangat terharu atas perhatian yang diberikan para prajurit.

“Anak-anak merasa disayang, dihargai. Ini bukan sekadar bantuan, ini adalah bentuk kasih sayang yang sangat tulus. Kami merasa tidak sendiri,” tuturnya.

Gerakan ini telah berlangsung sejak awal masa jabatan Letkol Fahmil, dan semakin memperkuat citra TNI sebagai penjaga rakyat yang humanis.

Ia berharap program ini akan tetap berlanjut, bahkan setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai Dandim.

“Yang ingin kami tanamkan adalah semangat berbagi dan gotong royong. Jika satu langkah kecil ini bisa menginspirasi banyak orang, maka niat kami telah sampai,” pungkasnya.

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kerap diliputi ego dan kepentingan pribadi, apa yang dilakukan Letkol Fahmil dan para prajuritnya menjadi napas segar, sebuah bukti bahwa kebaikan masih hidup dan ditanam dari barak hingga ke panti asuhan. Sebuah langkah kecil yang menciptakan makna besar—untuk kemanusiaan. (**)