KOTAMOBAGU- Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., menyerahkan bantuan pangan dan sarana prasarana pertanian sebagai bagian dari realisasi program 100 hari kerja Pemerintahan Kota Kotamobagu. Penyerahan bantuan dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2025, bertempat di Alun-Alun Boki Hontinimbang.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam awal kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan kemiskinan ekstrem, stunting, serta meningkatkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu, Piter Suli, menjelaskan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari materi program yang disiapkan oleh instansinya sesuai dengan arahan pimpinan daerah.
“Dalam pelaksanaan Program 100 Hari Kerja Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan materi bantuan yang tadi diserahkan langsung Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota,” ungkap Piter Suli.
Adapun bantuan yang diserahkan secara simbolis meliputi:
13,5 ton beras kepada 1.350 Kepala Keluarga kategori miskin ekstrem, masing-masing menerima 10 kg.
Paket bantuan bahan pokok kepada 107 balita stunting, terdiri dari beras 10 kg, susu bubuk, biskuit kaleng, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, dan kacang hijau.
Bantuan benih sayuran dan sarana prasarana pertanian kepada 5 sekolah dasar: SDN 1 Molinow, SDN 3 Bilalang, SDN 4 Kopandakan, SDN 3 Moyag, dan SDN 2 Upai.
Sarana prasarana untuk demplot cabai rawit kepada Kelompok Tani Horti Bersahabat, Kelurahan Motoboi Kecil.
Piter menambahkan bahwa program ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan di lingkungan sekolah serta masyarakat umum.
“Bantuan-bantuan pemerintah dalam rangka Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota melalui Dinas Ketahanan Pangan ini diharapkan dapat membantu keluarga miskin ekstrem, penanganan stunting, gizi kurang, gizi buruk, dan pengendalian inflasi di Kota Kotamobagu,” jelasnya.(***)
