Sulut, Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen refleksi untuk mengenang jasa para pahlawan dan pendiri bangsa. Selain itu, hari ini juga menjadi momentum untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Syarilat Islam provinsi sulawesi utara (SI prov. Sulut) yang baru terpilih lewat Muswil ke-X dan menahkodai SI Sulut di periode yang kedua ini masa khidmat 2025-2030 menuturkan, Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila.
Dikatakannya, Ada persamaan sejarah pergerakan Syarikat Islam dan peringatan 1 Juni. Syarikat Islam yang bergerak dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi, serta menjadi wadah bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sedangkan 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, yang merujuk pada momen bersejarah ketika Presiden pertama Ir. Soekarno yang merupakan murid HOS Djokroaminto menyampaikan pidatonya yang berisi konsep dasar negara Indonesia yang disebut Pancasila dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan) pada tanggal 1 Juni 1945.
“Meskipun berbeda, keduanya memiliki kaitan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Syarikat Islam menjadi salah satu wadah bagi pergerakan nasional yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh yang turut merumuskan dan memperjuangkan kemerdekaan, termasuk Pancasila,” ujar Mahmud Turuis pada suarasulut.com, Minggu (1/6/2025).
Ia juga mengajak warga Syarikat Islam (SI) yang ada di provinsi sulut memahami peran penting organisasi ini dalam membangun kesadaran nasional dan pergerakan menuju kemerdekaan. Serta memahami Peringatan lahirnya Pancasila, sebagai dasar negara Republik Indonesia.
“Dengan memahami sejarah Syarikat Islam dan makna Hari Lahir Pancasila, kita dapat lebih menghargai perjuangan bangsa Indonesia dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara,” pintanya.
Lebih jauh dirinya menyampaikan, pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat sinergi antar seluruh komponen masyarakat provinsi sulawesi utara guna pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Capaian pembangunan yang telah diraih hingga saat ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi seluruh pihak. Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendahulu, tokoh syarikat islam yang telah mengabdikan dirinya untuk membangun provinsi sulut,” ungkapnya.
“Selaras dengan komitmen Gubernur provinsi sulut Mayjen (Purn.) Yulius Selvanus, SE untuk terus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Syarilat Islam sulut akan tetap terus bersinergi dengan pemerintah provinsi (pemprov) untuk membangun daerah Nyiur Melambai yang kita cintai,” pungkasnya.

