BOLTIM – Di tengah hiruk pikuk tugas sebagai aparat penegak hukum, ada satu nama yang mencuri perhatian bukan karena kekuasaan atau ketegasan, melainkan karena ketulusan dan kepeduliannya terhadap sesama—IPDA Jayusman Basir Baso Meringgi, Kasat Binmas Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara.
Bukan rahasia di lingkungan Polres Boltim, bahwa pria bersahaja ini kerap terlihat membagikan makanan dan kue kepada para tahanan—dengan tangannya sendiri.
Bukan untuk pencitraan, bukan untuk sanjungan. Aksinya kerap dilakukan tanpa sorotan kamera, murni sebagai wujud rasa kemanusiaan.
“Bagi saya, mereka tetap saudara kita. Walau sedang menjalani proses hukum, mereka tetap manusia yang butuh dihargai dan diperhatikan,” ucap IPDA Jayusman lirih saat ditemui usai kegiatan pembinaan masyarakat.
Sikap welas asih inilah yang menjadikan IPDA Jayusman sosok yang disegani. Ia tidak membedakan siapa pun, memperlakukan semua orang dengan hormat, entah itu warga biasa, tahanan, atau kolega sesama aparat.
Tak sedikit tahanan yang secara langsung menyampaikan rasa terima kasih, merasa terhibur oleh perhatian dan keramahan sosok polisi yang menjalankan tugas bukan semata karena kewajiban, tapi karena panggilan hati.
“Saya sempat terkejut saat beliau membawakan makanan sendiri. Beliau tidak memandang kami dengan sebelah mata,” ujar salah satu tahanan yang enggan disebutkan namanya.
Rekan-rekannya di Polres Boltim pun tak segan memuji kepribadiannya yang rendah hati. Di tengah citra keras yang kerap melekat pada institusi kepolisian, IPDA Jayusman menghadirkan wajah Polri yang humanis dan menyentuh.
Dalam sunyi, ia bekerja. Dalam tindakan kecil, ia menunjukkan makna besar dari sebuah pengabdian. Sosoknya menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang polisi tidak hanya terletak pada senjata dan kewenangan, tetapi juga pada kelembutan hati dan rasa kemanusiaan.
IPDA Jayusman, lebih dari sekadar seorang perwira, ia adalah wajah harapan dari Polri yang merangkul, bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga memanusiakan manusia. (**)
