Sangihe, SuaraSulut.com – Suasana hangat menyelimuti kebun cabai di Desa Talengen, Kecamatan Tabukan Tengah (Tabteng) ketika puluhan anggota Komunitas Petani Muda Kabupaten Kepulauan Sangihe mengundang Bupati Michael Thungari, S.E., M.M., untuk berdialog dan bekerja bersama di ladang. Kegiatan yang sekaligus menandai regenerasi petani tersebut dikemas dalam aksi tanam cabai, penanaman jagung, serta panen perdana cabai.
Sabtu (19/4/2025).
Bupati Thungari tampak antusias memetik buah hasil jerih payah para petani muda. “Melihat semangat dan inovasi kalian menumbuhkan tanaman, saya optimis pertanian lokal kita akan semakin tangguh,” ujarnya sambil menanam bibit cabai. Kehadirannya didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta para Kepala Dinas Pertanian, PMD, Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi, dan Ketahanan Pangan.
Dari sisi petani muda, kesempatan ini bukan sekadar seremonial. Muslin Mirontoneng, ketua Komunitas Petani Muda, menjelaskan bahwa kegiatan kolektif seperti ini memperkuat jaringan dan berbagi teknik bertani modern. “Kami senang Pak Bupati hadir langsung. Dukungan pemerintah memberi energi baru untuk terus berinovasi,” ujar Muslin penuh tekad.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Sangihe Frangky Nantingkaseh, kolaborasi lintas OPD memudahkan akses benih unggul, pupuk bersubsidi, serta pelatihan manajemen usaha tani. “Dengan koordinasi yang baik, petani muda dapat meningkatkan produktivitas sekaligus nilai jual komoditas,” tuturnya.
Bupati Thungari menegaskan, regenerasi petani adalah kunci ketahanan pangan di pulau-pulau terluar seperti Sangihe. “Investasi manusia di sektor pertanian sama pentingnya dengan infrastruktur—keduanya harus berjalan seiring,” katanya. Ia juga mengapresiasi inovasi komunitas yang mulai merintis pertanian hortikultura terpadu, memadukan sayur, buah, dan budi daya ayam kampung dalam satu lahan.
Pertemuan ini berakhir dengan penanaman simbolis 100 bibit jagung di lahan seluas satu hektar dan penyerahan sertifikat pelatihan budidaya cabai kepada anggota komunitas. Dengan semangat gotong-royong, petani muda diharapkan mampu menjadikan sektor pertanian pilihan karier yang menjanjikan sekaligus menjaga kedaulatan pangan daerah.
(Erick Sahabat)
