BITUNG- Diduga ada oknum yang bukan pegawai PT. Pelni Bitung dan bukan juga pegawai kontrak PT Pelni yang selalu berada dipemeriksaan tiket penumpang di pelabuhan Bitung setiap kapal masuk.
Berdasarkan pengeluhan dari salah satu penumpang, dirinya bersama oknum tersebut sempat adu mulut dengan masalah yang tidak jelas, menurut penumpang oknum tersebut tidak menggunakan papan nama, saat ditanya penumpang namanya siapa karena memberikan pelayanan tidak baik, oknum yang bernama Eman tersebut malah marah-marah.
Kejadian tersebut terjadi saat mudik Idul Fitri dua pekan lalu
Ditelusuri media ini, diduga oknum tersebut bukan pegawai Pelni dan bukan juga pegawai kontrak tetapi diduga merupakan orang dekat dan sopir probadi dari Kacab Pelni Bitung yang sering dipanggil Eman.
“Eman bukan pegawai pelni dan bukan tenaga honor,” ucap Sumber media ini.
Menurutnya, yang seharusnya memeriksa tiket harus pegawai yang menggunakan rompi dan lengkap dengan identitas.
Menurut sumber yang sama, oknum tersebut sempat menghilang karena diduga pernah terjadi masalah jual beli.
“Dia (Eman) pernah menghilang karena ada informasi pernah terjadi permasalahan tiket atau jual tiket diduga secara gelap, sudah dibayar oleh calon penumpang tetapi tiketnya tidak ada.,” ucapnya.
Bukan cuma itu, oknum tersebut dikenal sangat dekat dengan kepala cabang, dirinya terinformasi selalu mengatur pegawai-pegawai Pelni karena merasa dekat dengan kepala cabang.
“Buktinya oknum tersebut selalu ada di tempat pemeriksaan tiket penumpang juga selalu di tempat pemeriksaan kupon atau cam bagi pengangkat barang,” ujar sumber.
Pertanyaannya, apakah seorang yang diduga bukan pegawai dan tenaga kontrak Pelni bisa memeriksa tiket penumpang ?
Sayangnya, kepala cabang PT Pelni Bitung Juni Samsudin beberapa kali dihubungi media ini lewat telefon dan pesan WhastApp di +62 812-8090-2*** tidak pernah menanggapi.
(FP)
