Keluarga Desak Polisi Ungkap Semua Pelaku Penikaman Anggota TNI di Desa Pangi

BOLMONG — Suasana Lebaran yang seharusnya menjadi momen damai dan penuh kebersamaan justru berubah mencekam bagi Sertu Brili Rahman Damopolii, seorang anggota TNI yang bertugas di Kompi Kavaleri 10/Manguni Setia Cakti, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara.

Brili, yang akrab disapa Bayu, kini harus menjalani perawatan intensif di RS Umum Teling Manado akibat luka tusukan di dada kirinya yang nyaris mengenai jantung.

Ia menjadi korban penikaman brutal saat berusaha melerai perkelahian antar pemuda di Desa Pangi, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Minggu (6/4) malam.

Zainal Abidin Damopolii, ayah kandung korban, menjelaskan bahwa saat itu anaknya tengah pulang kampung untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Sambil menikmati suasana malam di depan rumah, Bayu melihat kerumunan warga yang ternyata tengah menyaksikan perkelahian antar pemuda. Niat tulusnya untuk melerai justru berakhir tragis.

“Anak saya ingin melerai perkelahian itu, namun justru ditikam oleh salah satu pelaku. Padahal saat itu dia hanya ingin menghindarkan warga dari pertikaian,” ujar Zainal kepada wartawan.

Tak hanya Bayu, sejumlah warga lain yang turut berusaha melerai pun ikut menjadi sasaran.

Menurut Zainal, sedikitnya dua korban lain mengalami luka tusukan dan kini juga menjalani perawatan medis, baik di Puskesmas maupun rumah sakit.

“Anak saya sempat dioperasi karena luka tusukan di dada kirinya hampir mengenai jantung. Ini tindakan yang sangat biadab. Bahkan pelaku juga menusuk warga lainnya,” lanjut Zainal dengan nada geram.

Saat ini, satu orang pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian. Namun keluarga korban menduga bahwa pelaku lebih dari satu orang dan mendesak pihak Polres Bolaang Mongondow agar mengusut tuntas kasus ini.

“Kami minta keadilan. Ini bukan hanya tentang anak saya yang anggota TNI, tapi juga warga lain yang menjadi korban. Pelaku harus ditindak sesuai hukum,” tegas Zainal.

Kapolres Bolaang Mongondow AKBP Lido Retro Antoro, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim Iptu Stefanus M. Mentu saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa penikaman tersebut.

Namun, terkait korban yang merupakan anggota TNI, pihaknya masih belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut.

“Kami masih mendalami kasus ini dan sedang melakukan pengembangan penyelidikan,” kata Iptu Stefanus.

Kasus ini kini menyita perhatian publik, terutama di wilayah Bolaang Mongondow. Warga berharap penegakan hukum dilakukan dengan adil, dan semua pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai aturan yang berlaku. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version