Malam Aspirasi Kawaluso: Bupati-Wabup Sangihe Dengar Langsung Keluhan Warga Soal Rumah Singgah, Air Bersih dan Ambulans Laut

oleh -1773 Dilihat
Tampak Bupati Sangihe, Michael Thungari yang sedang mendengar langsung keluhan warga pada kunjungan kerjanya di Kampung Kawaluso pada 21 Maret 2025

Sangihe, SuaraSulut.com Dalam lawatan kerjanya ke wilayah kepulauan, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari SE, MM bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari kembali menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin yang hadir dan mendengar langsung suara masyarakat.

Jumat (21/03/2025) malam, di Kampung Kawaluso, keduanya menggelar sesi penyampaian aspirasi bersama warga. Sejumlah kebutuhan dasar masyarakat mengemuka, mulai dari ketersediaan rumah singgah di Tahuna, persoalan air bersih dan listrik, hingga pentingnya ambulans laut sebagai fasilitas penunjang kesehatan di daerah kepulauan.

Riel Daling, yang mewakili masyarakat dalam penyampaian aspirasi, secara lugas menyampaikan keresahan warga terkait keterbatasan fasilitas tersebut, yang menurutnya kerap menjadi kendala utama dalam kehidupan sehari-hari.

Menanggapi hal itu, Bupati Michael Thungari langsung merespons dengan menyampaikan bahwa pembangunan rumah singgah telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan saat ini sedang dalam tahap pendataan aset pemerintah daerah.

“Kami sudah masukkan rumah singgah ke dalam RPJMD. Saat ini, kami mendata aset-aset pemda di sepanjang pesisir dari Kelurahan Tidore sampai Apengsembeka. Bila ada lahan yang cocok, kami akan bangun rumah singgah di sana,” ujar Bupati.

Tak hanya rumah singgah, kebutuhan lain seperti air bersih dan ambulans laut juga menjadi perhatian serius pemerintah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Frans Porawow SIP, yang turut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa dana desa dapat digunakan untuk pembiayaan fasilitas-fasilitas tersebut, sesuai hasil musyawarah bersama masyarakat.

“Terkait sumur bor dan pengadaan ambulans laut, bisa diakomodasi lewat dana desa. Tentunya harus dimusyawarahkan melalui MTK (Musyawarah Tingkat Kampung), bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama,” jelas Porawow.

Ia juga menyebut bahwa pengadaan ambulans laut bisa segera direalisasikan pada tahun anggaran 2025 jika dinilai mendesak.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja, pemerintah daerah juga akan menggelar pembinaan bagi seluruh aparat kampung di wilayah tersebut pada Sabtu (22/03/2025) pagi, menegaskan bahwa pendekatan pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas tata kelola desa.

Melalui dialog terbuka ini, kepemimpinan Thungari-Bulahari kembali menegaskan tekad mereka untuk hadir, mendengar, dan merespons kebutuhan nyata masyarakat—khususnya di wilayah kepulauan yang sering kali menghadapi tantangan akses dan pelayanan dasar.

(Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.