Sangihe, SuaraSulut.com — Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-600 Kabupaten Kepulauan Sangihe yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2025, Kapitalaung (Kepala Desa) Lenganeng, Hesky O. Sasundu, menyampaikan ucapan selamat dan harapan untuk kemajuan daerah.
“Atas nama seluruh masyarakat Kampung Lenganeng, saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-600 untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe. Semoga di usia yang semakin matang ini, Sangihe dapat terus berkembang, maju, dan semakin sejahtera,” ujar Hesky O. Sasundu.
Opo Lao (Opla) Hesky juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Sangihe, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Ia berharap, potensi ini dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Sangihe ini punya potensi yang luar biasa. Kita punya laut yang kaya, tanah yang subur, dan masyarakat yang kreatif. Ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Namun, di balik harapan dan potensi yang ada, Hesky juga menyampaikan keresahan-keresahannya terkait kondisi yang terjadi di Lenganeng. Ia menyoroti beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Salah satu masalah yang paling kami rasakan adalah seringnya terjadi pemadaman listrik. Ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para pengrajin pandai besi yang menjadi mata pencaharian utama di Lenganeng,” ungkap Hesky.
Menurut Sasundu, Enam abad perjalanan panjang Tanah Tampungang Lawo ini merupakan bukti ketangguhan, persatuan, dan semangat perjuangan masyarakat Sangihe dalam menjaga warisan leluhur, membangun daerah, serta menghadapi tantangan zaman.
Jejak Sejarah Sangihe: Dari Kerajaan Hingga Kabupaten
Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki sejarah panjang yang telah tertulis sejak abad ke-15, ketika wilayah ini menjadi bagian dari Kerajaan Tabukan, salah satu kerajaan maritim yang berpengaruh di wilayah utara Nusantara. Sebagai daerah yang strategis di perbatasan antara Indonesia dan Filipina, Sangihe telah menjadi pusat perdagangan, budaya, dan interaksi dengan berbagai peradaban, mulai dari Kesultanan Ternate hingga bangsa Eropa.
Sejak masa kolonial, Sangihe memainkan peran penting dalam jalur pelayaran dan perdagangan rempah-rempah. Masyarakatnya yang tangguh dan berjiwa bahari telah lama menjalin hubungan dengan berbagai bangsa, menjadikan daerah ini kaya akan pengaruh budaya serta warisan sejarah yang kuat.
Memasuki era kemerdekaan, Sangihe terus berkembang hingga akhirnya resmi menjadi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang kita kenal saat ini. Dengan warisan sejarah yang panjang dan potensi alam yang luar biasa, Sangihe terus menunjukkan jati dirinya sebagai daerah yang maju dan berdaya saing.
Membangun Masa Depan Sangihe yang Lebih Maju
Sebagai wilayah yang kaya akan sejarah, budaya, dan sumber daya alam, Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Mari kita jadikan momentum 600 Tahun Sangihe ini sebagai motivasi untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong inovasi demi kemajuan daerah yang kita cintai ini.
“Dengan tekad dan semangat gotong royong, kita yakin saya Sangihe akan terus menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” Tandas Sasundu dengan penuh ketegasan.
(Erick Sahabat)
