Suarasulut.com, PALU-Polda Sulteng mendukung ajakan mewujudkan Pilkada 2024 yang damai yang disampaikan oleh Lingkar Studi Demokrasi dan Aksi Indonesia (LS ADI) Sulteng dan Organisasi Mahasiswa dan Pemuda (OKP) yang tergabung dalam Cipayung Plus Sulteng.
Sebelumnya pada Jumat (22/11/2024), LS ADI menggelar Aksi Damai Say No To Golput, ada 4 imbauan diantaranya mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Mengharapkan masyarakat bersama-sama mengawal Pilkada yang Damai. Aman dan Bahagia. Stop politik uang, hoax, Provokasi dan Isu SARA. Serta KPU, Bawaslu, ASN, TNI dan Polri harus Netral.
Sementara itu, Cipayung Plus Sulteng yang terdiri dari HMI, IMM, PMKRI, GMNI, KAMMI, KMHDI, dan LMND juga menggelar Deklarasi Pilkada Damai pada (23/11/2024), mereka menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjelang Pilkada serentak pada 27 November 2024.
Adityawarman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Sulawesi Tengah, mengatakan pada Pilkada 2024, Cipayung Plus berharap dapat menjadi ajang politik edukatif sehingga melahirkan Pilkada yang demokratis.
Isi Deklarasi Pilkada Damai Cipayung Plus Provinsi Sulawesi Tengah antara lain, Bersama-sama menjaga kondusifitas persatuan dan kesatuan bangsa. Politik yang mencerdaskan. Jadikan Pilkada ini demokratis. Pilkada yang aman dan damai. Jaga keutuhan bangsa seutuhnya. Politik yang bermartabat untuk kehormatan bangsa. Tolak politik uang dan Tolak politik identitas. Utamakan politik gagasan. Mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju.
Sementara itu, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari yang mewakili Polda Sulteng saat menerima LS ADI mengungkapkan bahwa apa yang diimbau tersebut sejalan dengan upaya yang telah dilakukan Polda Sulteng untuk mewujudkan Pilkada serentak 2024 yang aman, damai, sejuk, jujur dan adil.
“Apa yang kita sosialisasikan, kita imbau dan kita ajak kepada masyarakat untuk dapat mewujudkan penyelenggaraan Pilkada Damai 2024 di Provinsi Sulawesi Tengah,” kata AKBP Sugeng Lestari.
Menurutnya, untuk mewujudkan Pilkada Damai 2024, tentunya masyarakat harus menghindari politik uang, tidak membuat atau menyebarkan berita hoax, tidak melakukan provokasi dan tidak melakukan kampanye yang mengangkat isu SARA. (*)

