Sangihe, SuaraSulut.com — Di tengah kampanye Pemilihan Kepala Daerah Pilkada Kabupaten Kepulauan Sangihe, isu terkait penggunaan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi topik hangat. Banyak kritik yang dilontarkan kepada pasangan calon Jabes E. Gaghana (JEG) dan Patras Madonsa, dengan sebagian pihak menyebut bahwa dana tersebut hanya menambah beban utang daerah. Namun, Gaghana menanggapi tudingan tersebut dengan percaya diri, menegaskan bahwa dana PEN telah memberikan dampak besar pada kemajuan infrastruktur di Sangihe.
Sejumlah proyek besar di Kabupaten Sangihe, seperti Pasar Rakyat Trikora dan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendaghe Tahuna yang hampir rampung, semuanya didanai oleh program PEN. Proyek-proyek ini menjadi bukti bahwa dana tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan fasilitas publik dan kesejahteraan masyarakat. “Dana PEN bukanlah pinjaman pribadi, ini adalah investasi untuk masyarakat,” tegas Gaghana.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai pemimpin, tanggung jawab untuk melunasi utang daerah adalah hal yang wajar, bahkan jika pinjaman tersebut berasal dari masa kepemimpinan sebelumnya. “Pada tahun 2018, saya melunasi utang daerah yang berasal dari tahun 1992 dan 1993. Ini bukan hal baru, yang penting bagaimana dana tersebut digunakan untuk kepentingan rakyat,” jelas Gaghana.
Sementara kritik terus bergulir, Gaghana tetap fokus pada pencapaian yang telah ia wujudkan selama masa jabatannya. Menurutnya, penggunaan dana PEN tidak hanya membantu menyelesaikan proyek-proyek penting, tetapi juga memastikan bahwa Kabupaten Sangihe bisa terus bergerak maju, baik dari segi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat “Menggana” dan tagline “Doa Adalah Kunci”, Gaghana berkomitmen untuk melanjutkan visi membawa Sangihe ke arah yang lebih baik. Di tengah kritik dan tantangan, ia tetap meyakini bahwa pembangunan yang telah dan akan terus berlangsung menjadi jawaban nyata atas keraguan publik.
(Erick Sahabat)
