Yubileum 100 Tahun GMIST Maranatha Tahuna, Penjabat Bupati Sangihe Serukan Semangat Kasih dan Persatuan

Sangihe, SuaraSulut.com Peringatan Yubileum 100 tahun GMIST Jemaat Maranatha Tahuna menjadi momen yang penuh syukur dan refleksi spiritual. Dalam suasana khidmat, Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde, didampingi Ketua TP PKK Bunda Josephine Wounde Tacoh, turut menghadiri perayaan yang sakral ini, Selasa (1/10/2024).

Bersama Ketua MPJ GMIST Maranatha, Pdt. Gritha Dumaili Luase MTh, dan para pendeta lainnya, Wounde mengambil bagian dalam simbolisasi penting dengan menyalakan serta meniup lilin peringatan seabad GMIST. Acara ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang mengingatkan akan karya Tuhan yang terus mewarnai pertumbuhan jemaat.

Dalam sambutannya, Wounde menyoroti betapa perjalanan 100 tahun ini adalah cerminan ketangguhan iman dan kebersamaan jemaat GMIST. “Perjalanan panjang ini penuh tantangan, namun dengan tuntunan Tuhan, jemaat GMIST Maranatha Tahuna tidak hanya berkembang sebagai organisasi gereja, tetapi sebagai persekutuan iman yang kuat dan bertumbuh,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kasih, rukun, dan damai di tengah keanekaragaman. Pesan Wounde tak sekadar doa, tetapi juga ajakan bagi seluruh jemaat untuk meneladani kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kasih Allah yang telah dicurahkan di tengah jemaat ini, saya mengajak kita semua untuk terus hidup dalam harmoni dan kedamaian, mempererat persaudaraan dalam kasih Tuhan,” imbuhnya, sembari menyampaikan harapan agar GMIST Jemaat Maranatha Tahuna semakin kokoh dalam iman dan menjadi teladan bagi masyarakat Sangihe.

Di akhir sambutannya, Wounde menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perjalanan 100 tahun yang penuh makna ini. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sangihe dan keluarga Wounde-Tecoh, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-100 GMIST Jemaat Maranatha Tahuna. Semoga berkat Tuhan terus mengalir dalam jemaat dan majelis, membimbing kita menuju kedewasaan iman yang lebih dalam,” tutupnya.

Perayaan ini tak hanya menjadi simbol atas sejarah panjang GMIST, tetapi juga penegasan atas komitmen jemaat untuk terus menjadi cahaya kasih di tengah-tengah dunia yang penuh tantangan. Melalui dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, GMIST Jemaat Maranatha diharapkan terus berperan sebagai benteng spiritual bagi masyarakat Kepulauan Sangihe.

(Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version