Sangihe, SuaraSulut.com — dr. Rinny Tamuntuan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal dengan menyerahkan satu unit mesin pengolah kelapa kepada masyarakat Naha, Kecamatan Tabukan Utara (Tabut). Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
Rabu, (11/9/2024)
Dalam penyerahan tersebut, Rinny Tamuntuan yang juga merupakan Calon Bupati (Cabup) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pilkada Samgihe pada November 2024 mendatang menekankan pentingnya optimalisasi hasil perkebunan kelapa, yang selama ini menjadi komoditas utama masyarakat Naha. Dengan adanya mesin pengolahan kelapa, diharapkan proses produksi menjadi lebih efisien, hasilnya lebih berkualitas, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga setempat.
“Kami berharap mesin ini dapat mempercepat pengolahan kelapa, mendorong efisiensi, dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Bagi masyarakat penerima, bantuan ini tidak hanya berupa pemberian alat, tetapi juga merupakan dorongan untuk berinovasi dalam mengembangkan produk-produk turunan kelapa seperti kopra, minyak kelapa, dan produk lainnya. Teknologi baru ini diyakini akan membantu para petani dalam memperbaiki rantai produksi mereka dan meningkatkan nilai jual komoditas kelapa di pasaran.
Bantuan mesin pengolahan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai katalis bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah tersebut. Dengan peningkatan kapasitas produksi, masyarakat Naha berkesempatan untuk memperluas jangkauan pasar, baik di dalam maupun di luar daerah, yang pada akhirnya dapat memperkuat daya saing komoditas lokal mereka.
Langkah ini juga selaras dengan visi pemerintah untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada di daerah-daerah terpencil seperti Naha. Perkebunan kelapa yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat diharapkan dapat berkembang lebih pesat melalui dukungan teknologi dan infrastruktur. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat seperti ini menjadi kunci dalam memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sambutan positif dari masyarakat Naha menunjukkan bahwa bantuan ini sangat dinantikan, merujuk dari keterangan salah satu warga menyampaikan antusiasmenya,
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Dengan mesin pengolahan kelapa yang baru, kami bisa meningkatkan produksi dan semoga bisa memperbaiki penghidupan kami. Ini sangat membantu.” ungkap warga tersebut
Penyerahan mesin ini juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga memberikan solusi konkret untuk mendukung kemandirian masyarakat. Mesin pengolahan kelapa tersebut dipandang sebagai investasi yang akan memberikan dampak jangka panjang, baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun memperkuat ekonomi lokal.
Penyerahan bantuan ini mempertegas komitmen Dr. Rinny Tamuntuan dalam mendukung pengembangan potensi lokal, terutama di daerah-daerah terpencil yang sering kali luput dari perhatian. Dengan terjun langsung dan memberikan solusi nyata, Tamuntuan memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga menjangkau pelosok daerah.
Langkah ini juga menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam secara optimal. Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat Naha dan wilayah sekitarnya dapat terus berkembang dan sejahtera dengan berbasis pada potensi lokal yang mereka miliki.
Pemberian mesin pengolahan kelapa kepada masyarakat Naha adalah langkah kecil yang dapat berdampak besar dalam jangka panjang. Ini bukan hanya tentang alat yang diberikan, tetapi tentang pemberdayaan yang dihasilkan dari bantuan tersebut, menggerakkan masyarakat untuk mandiri dan lebih produktif di masa depan.
(Erick Sahabat)





