Penjual Roti dan Siomay Ikut Tersiram Water Canon dan Gas Air Mata Saat Aksi Kawal Putusan MK di Sulteng  

PALU, SUARASULUT– Aksi aparat kepolisian membubarkan paksa massa aksi dengan menggunakan Water Canon dan Gas Air Mata, tak hanya memakan korban bagi kalangan Mahasiswa dan polisi, sejumlah penjual roti dan siomay di area aksi juga ikut disiram.

Pantauan Suarasulut.com, di lapangan. Para penjual roti dan siomay yang mulai berjualan di depan pintu keluar kantor Gubernur tak menyangka bakal terjadi ricuh.

Hingga akhirnya sekitar pukul 14.20 WITA, saat massa aksi mencoba menerobos pintu masuk kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, polisi berusaha menghentikannya dengan menembakkan Water Canon dan Gas Air Mata. Alhasil, pembubaran paksa tersebut mendapat perlawanan dari massa aksi dengan melemparkan batu ke arah petugas.

Namun Polres Palu yang tergabung dalam satuan Brimob berjumlah 138 personel dan 120 personel Ditsamapta akhirnya berhasil menghalau demonstrasi pada pukul 16.24 WITA.

Beberapa mahasiswa dan polisi terlihat dibawa ke ambulans, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sebelumnya, sejumlah sepeda motor yang terparkir di Jalan Samratulangi terjatuh akibat hentakan kaki dan tangan Polisi Anti Huru-hara (PHH).

Padahal, sebelumnya Kombes Pol Barliansyah di lokasi aksi mengatakan, polisi akan terus melakukan pengamanan untuk menciptakan situasi yang kondusif dan terkendali.

“Iya, untuk pengamanan kita siapkan ratusan personel. Ini belum dengan personel yang berpakaian preman,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, aksi unjuk rasa ini harus tetap kondusif dan tidak boleh terjadi kerusuhan dengan mahasiswa. “Mudah-mudahan tidak terjadi kerusuhan dengan mahasiswa dan tetap kondusif karena ini aksi damai yang dilakukan mahasiswa,” kata Kapolres Palu. (*RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *