Sangihe, SuaraSulut.com – Sebuah insiden tak terduga mewarnai perjalanan dinas Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde, ke pulau-pulau terluar Sangihe. Dua pejabat eselon II, berinisial JP dan DM, terlibat adu mulut di atas Kapal Sabuk Nusantara 109 pada Kamis, (18/7/2024), dalam perjalanan pulang ke Tahuna.
Keributan dimulai saat DM, yang tengah emosional, menyerang JP dengan kata-kata kasar, memicu ketegangan di kapal. JP merespons dengan nada tinggi, menegaskan bahwa DM tidak setaraf dengannya. Konflik yang semakin memanas ini diwarnai dengan aksi saling tunjuk dan perkataan keras dari kedua belah pihak.
Pj. Bupati Wounde, yang berada di lokasi, turun tangan untuk meredakan situasi. “Kalau ada permasalahan nanti bacirita di kantor Jo,” tegas Wounde, menutup perseteruan dengan harapan bahwa masalah ini dapat diselesaikan secara formal di kantor.
Kejadian ini segera menyebar di kalangan pejabat eselon II lainnya, menimbulkan beragam komentar. Banyak yang menyayangkan perilaku kedua pejabat tersebut, dengan beberapa pihak menilai insiden ini mencerminkan masalah mendalam terkait kinerja dan etika di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Ketika dimintai tanggapan, DM mengungkapkan kepuasan atas kesempatan untuk menyuarakan ketidakpuasan. “Saya puas bisa menyampaikan apa yang selama ini terpendam. Jika ada tindakan tegas dari pimpinan, saya siap menghadapi segala konsekuensinya,” ungkap DM dengan tegas.
Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan lokal dalam mengelola dinamika internal dan mempertahankan etika kerja di kalangan pejabatnya.
(Erick Sahabat)
