Manado, Komisi Pemilihan UMUM (KPU) Kota Manado dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah yang Demokraris, tingkat partisipasi masyarakat seluas-luas dan bermakna setiap tahapan pemilihan.
KPU Kota Manado Menyelenggarakan media gathring bertemakan “PERAN SERTA MEDIA DALAM PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT PILKADA KOTA MANADO TAHUN 2024”, di Lapangan Basket Mega Mas Manado, Jumat (12/7/2024).
dihadiri oleh berbagai perwakilan media, dan bertindak sebagai pemateri diantaranya pemerhati pemilu Sahrul Setiawan dan Sunday Jelly Rompas, yang mewaliki Kapolresta Manado Kabag OPS Kompol Jecky Kalian, Isah Nazar Yusuf (Sekretaris AJI), dan Heart Runtuwene mewakili Bawaslu Manado.
membahas bagaimana media dapat berkontribusi secara positif dalam proses demokrasi, khususnya dalam konteks Pilkada Kota Manado. Para peserta sepakat bahwa sinergi antara KPU dan media sangat diperlukan untuk menyampaikan informasi secara transparan dan memerangi berita hoaks yang dapat merusak proses pemilu.
Mewakili Kapolresta Manado Kabag OPS Kompol Jecky Kalian mengatakan, kami sudah membentuk Tim Ciber untuk mendeteksi berita-berita hoax pada proses tahapan Pilkada Tahun 2024.

“Untuk itu, perlu adanya kerja sama dengan teman-teman media. Kita saling kolaborasi dan komunikasi terkait berita-berita hoax. Agar pelaksanaan Pilkada Tahun 2024 berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sedangkan untuk partisipasi masyarakat, Sahrul Setiawan menyampaikan bahwa pelaksana beberapa kali pemilu maupun pilkada partisipasi masyarakat terutama di Kota Manado, harus di akui bahwa tingkat partisipasinya termasuk paling rendah di antara 15 Kabupaten/Kota.
“Yang dilakukan teman-teman KPU Manado sekarang ini adalah proses pemutakhiran data pemilih yang menjadi salah satu indikator partisipasi pemilih meningkat atau menurun,” ujarnya.
“Kita bisa mengetahui berapa jumlah partisipasi pemilih ketika telah terlaksananya pemungutan perhitungan suara,” sambungnya.

Komisioner KPU Manado periode 2018-2023 ini juga menuturkan, kenapa hasil perolehan pemungutan suara berkorelasi dengan pemutakhiran data pemilih.
“Karena terkadang pemutakhiran data pemilih yang tidak tepat bisa bergeser pada partisipasi masyarakat. Ada ketimpangan jumlah Pemilih yang di data, serta tingkat partisipasinya kurang,” bebernya.
Sementara itu, Heard Rutuwene Komisioner Bawaslu Kota Manado sebagai salah satu narasumber mengatakan, pentingnya peran serta teman-teman wartawan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada yang akan datang.

“Insan Pers memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi yang akurat dan edukatif terkait tahapan, aturan, dan pentingnya partisipasi dalam Pilkada. Dengan keterlibatan media TV, Surat Kabar, Radio, dan Media Online, diharapkan masyarakat Manado semakin sadar dan antusias untuk menggunakan hak pilihnya,” papar Heart Runtuwene.
Di tempat yang sama, Komisioner KPU Provinsi Sulut yang meluangkan waktu hadir mengatakan, hal yang perlu di sampaikan dalam forum Ini adalah terkait parsipasi teman-teman media.
Di mana Kota Manado adalah sentra atau pusat dari semua pemgelolaan isu pelaksanaan pemilu dan pilkada yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Artinya kwalitas pemberitaan dan informasi yang di sajikan oleh teman-teman media yang ada di Kota Manado, pasti akan sama juga kualitasnya dengan informasi dan pemberitaan yang diberikan untuk masyarakat Prov. Sulut,” tuturnya.
“Sehingga sangat penting bagi saya Selaku Koordinator Divisi Pendidikan Pemilih, Sosialisasi dan Sumber Daya Manusia hadir di sini membersamai teman-teman jurnalis memberikan updating tahapan Pilkada yang sementara KPU jalankan sekarang ini,” tandas Awaludin Umbola.





